Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pembentukan kepengurusan partai hingga tingkat desa rampung pada Desember 2026. Langkah ini menjadi prioritas pengurus baru untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPC PKB Kukar, Dedik Harianto, mengatakan penguatan struktur organisasi merupakan salah satu instruksi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang harus segera ditindaklanjuti.
Saat ini, kepengurusan PKB di 20 kecamatan di Kukar telah terbentuk sepenuhnya. Selanjutnya, konsolidasi akan difokuskan pada tingkat desa hingga rukun tetangga (RT).
“Alhamdulillah 20 kecamatan sudah terpenuhi semua, tinggal kita berprogres membentuk kepengurusan di tingkat desa. DPP menargetkan penguatan struktur desa ini selesai pada bulan Desember mendatang, dan kami optimistis pengurus baru bisa mencapainya,” kata Dedik.
Target tersebut disampaikan setelah pengukuhan pengurus DPC PKB Kukar periode 2026-2031 di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Rabu (28/10/2026). Kegiatan itu dirangkai dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Menurut Dedik, pengukuhan kepengurusan bukan sekadar pergantian organisasi, melainkan awal bagi kader untuk meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.
Karena itu, PKB Kukar akan memprioritaskan kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat sebelum menghadapi kontestasi politik mendatang. Dengan penguatan struktur hingga tingkat bawah, partai diharapkan lebih dekat dengan masyarakat dan mampu memahami kebutuhan mereka.
Di sisi lain, PKB Kukar juga memasang target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kukar. Partai tersebut membidik enam hingga delapan kursi sekaligus berupaya kembali menduduki posisi pimpinan legislatif.
Dedik menyebut PKB pernah menempati posisi Wakil Ketua III DPRD Kukar pada Pemilu 2019. Capaian itu menjadi salah satu pijakan untuk menentukan target politik ke depan.
“Target kami ke depan, perolehan kursi bertambah jadi sekitar enam hingga delapan kursi. Kami ingin PKB Kukar kembali menduduki kursi pimpinan di DPRD Kukar, seperti tahun 2019 lalu di mana kita meraih posisi Wakil Ketua III,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat tantangan dalam pemetaan wilayah pemilihan, terutama daerah pemilihan (dapil) empat. Luas wilayah, kondisi geografis, serta penyesuaian terhadap perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Dengan kepengurusan baru dan target konsolidasi hingga tingkat desa, PKB Kukar optimistis dapat memperkuat basis organisasi sekaligus meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.


