Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Akses transportasi di kawasan Dataran Krayan, Kabupaten Nunukan kembali menghadapi kendala akibat kerusakan jalan yang diperparah curah hujan tinggi.
Ruas jalan lingkar yang menghubungkan Long Layu dan Lembudud dilaporkan mengalami kerusakan parah di 10 titik ruas jalan, sehingga berpotensi menghambat distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kerusakan tersebut terjadi setelah hujan yang mengguyur wilayah Krayan selama beberapa hari terakhir.
Kondisi jalan yang memburuk menjadi perhatian karena jalur itu merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Setidaknya ada 10 titik jalan yang mengalami kerusakan sangat parah akibat hujan dalam beberapa hari terakhir, khususnya di ruas jalan lingkar Krayan, Long Layu–Lembudud,” ujar Oktavianus kepada pusaranmedia.com, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, ruas tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok, terutama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Krayan Barat, Krayan Selatan dan Krayan Tengah.
Tingginya frekuensi kendaraan yang melintasi jalur tersebut membuat kerusakan jalan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
Selain memperlambat perjalanan, kondisi itu juga dapat menyulitkan pengangkutan barang yang dibutuhkan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Frekuensi kendaraan yang melintas dari Krayan Barat menuju Krayan Selatan dan Krayan Tengah cukup tinggi. Jalur ini digunakan untuk mobilitas masyarakat sekaligus mengangkut berbagai kebutuhan,” jelasnya.
Oktavianus mengkhawatirkan kerusakan akan semakin parah apabila hujan terus berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.
Jika kondisi tersebut terjadi, maka kendaraan dikhawatirkan tidak dapat melintas, sehingga akses transportasi berpotensi terputus.
"Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran pelayanan pemerintahan yang bergantung pada akses jalan darat," ungkapnya.
Kekhawatiran tersebut semakin besar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pada periode itu, mobilitas masyarakat dan kebutuhan distribusi barang biasanya meningkat, sehingga kondisi jalan yang rusak berisiko menghambat pemenuhan kebutuhan warga.
“Kalau hujan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, kendaraan bisa tidak dapat melintas. Kami khawatir mobilitas orang dan barang menjelang Natal dan Tahun Baru akan terganggu,” pungkasnya.


