Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN) meraih juara pertama dalam kompetisi debat demokrasi antar perguruan tinggi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, Rabu (28/10/2026).
Melalui kompetisi ini, KPU ingin mendorong mahasiswa memahami demokrasi sekaligus menjadi penyebar informasi yang benar di lingkungan masing-masing.
Pada babak final yang berlangsung di aula KPU Balikpapan, STIEPAN mengalahkan Universitas Balikpapan (Uniba) yang menempati posisi kedua.
Sementara juara ketiga diraih Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas), disusul Universitas Mulia (UM) di posisi keempat.
Kompetisi bertema "Mewujudkan Demokrasi Berkualitas Melalui Partisipasi Aktif, Cerdas dan Bertanggung Jawab" ini diikuti mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Balikpapan.
Selain empat kampus finalis, peserta berasal dari, Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan (STAIBA), dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah.
Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono mengatakan kompetisi debat menjadi salah satu cara KPU menjalankan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan dengan pendekatan berbeda dari sosialisasi tatap muka yang biasanya dilakukan.
Menurutnya, debat mendorong peserta mencari dan mengumpulkan data, membandingkan informasi, serta menyusun argumentasi sebelum menyampaikan pendapat.
Apalagi, tema yang diperdebatkan memiliki sudut pandang dan argumentasi pendukung yang beragam.
"Ini yang pertama kali yang digelar sepanjang KPU Balikpapan. Lomba debat ini sangat efektif dalam mengembangkan pengetahuan dan analisis masing-masing peserta yang akhirnya nanti diperdebatkan, ucap Yudho.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan tidak hanya mengukur kemampuan mahasiswa dalam berargumentasi.
KPU juga ingin meningkatkan pemahaman mereka mengenai demokrasi dan partisipasi pemilih, sehingga pengetahuan tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat.
Ia menyebut kualitas peserta terlihat semakin meningkat selama kompetisi berlangsung, terutama pada babak semifinal hingga final.
Ke depan, KPU Balikpapan berharap para peserta dapat dikumpulkan dan dibina sebagai Duta Demokrasi yang turut menyuarakan serta mengawal demokrasi di Kota Balikpapan.
"Kami berharap mereka mampu menebarkan informasi yang benar dan menjadi duta-duta demokrasi di lingkungan kampus, rumah, serta tempat mereka bergaul," katanya.
Kompetisi ini berlangsung melalui babak penyisihan pada 21 Oktober, semifinal pada 22 Oktober, dan final pada 28 Oktober 2026.
Para pemenang memperoleh hadiah dengan rincian Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2,25 juta untuk juara kedua, Rp1,5 juta untuk juara ketiga, dan Rp1 juta untuk juara keempat.
Yudho berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang memperluas pembicaraan tentang demokrasi berkualitas di tengah masyarakat.
"Jangan berhenti bergerak untuk menyuarakan dan mengawal demokrasi di Kota Balikpapan agar demokrasi di Balikpapan ini mewujud menjadi demokrasi yang berkualitas," pesannya.


