Lima Kecamatan di Kutim Bakal Disambangi Dokter Spesialis Keliling

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca2 kali dibaca
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lima Kecamatan di Kutim Bakal Disambangi Dokter Spesialis Keliling

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca2 kali dibaca
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lima Kecamatan di Kutim Bakal Disambangi Dokter Spesialis Keliling

2
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutim menjadwalkan pelayanan dokter spesialis keliling di lima kecamatan sebelum akhir 2026. 

Program ini menyasar Kombeng, Long Mesangat, Busang, Telen dan Rantau Pulung untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, pelayanan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Sandaran, Batu Ampar, dan Karangan.

“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan di Kombeng, Long Mesangat, Busang, kemudian Telen dan Rantau Pulung,” ujar Yuwana.

Ia menjelaskan, lima kecamatan tersebut menjadi sasaran pelaksanaan berikutnya yang diupayakan rampung sebelum pergantian tahun.

Dengan demikian, pelayanan dokter spesialis keliling ditargetkan menjangkau delapan titik di Kutim sepanjang 2026.

Menurut Yuwana, program tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pedalaman dan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap dokter spesialis.

Dinkes Kutim juga berencana melanjutkan program tersebut pada 2027 agar masyarakat di wilayah yang membutuhkan tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Insyaallah tahun depan kita akan melaksanakan lagi,” pungkasnya.