Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu Uji Beban Lapangan Tim Ahli UGM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu Uji Beban Lapangan Tim Ahli UGM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu Uji Beban Lapangan Tim Ahli UGM

3
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Terowongan Samarinda masih dalam proses penerbitan izin operasional. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Proyek terowongan (tunnel) pertama di Kota Samarinda disebut menjadi pilot proyek nasional dalam pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) infrastruktur terowongan di Indonesia. 

Kendati jadwal operasional mengalami penyesuaian dari estimasi awal September, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan seluruh proses administratif dan uji teknis rampung pada akhir tahun 2026 ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Hendra Kusuma, mengungkapkan bahwa terowongan ini menjadi terobosan baru dalam dunia konstruksi nasional. Pasalnya, Kementerian PU sendiri, kata dia, belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) baku untuk penerbitan SLF terowongan jalan darat.

"Terowongan kita ini spesial. Spesial itu gini, belum pernah ada satupun terowongan di Indonesia yang memiliki SLF. Jadi ini yang pertama kali di-SLF-kan. Kementerian sendiri belum punya SOP untuk SLF-nya," ujar Hendra, Kamis (29/10/2026).

Hendra menjelaskan, dari segi keamanan fisik bangunan, pihak kontraktor telah melakukan langkah rekayasa struktur dengan memperpanjang bagian mulut terowongan. Desain perpanjangan struktur ini dibuat sejajar dan sekuat struktur bagian dalam terowongan.

Penambahan panjang mulut terowongan tersebut difungsikan sebagai antisipasi utama terhadap potensi pergerakan tanah atau longsoran dari tebing di atasnya.

"Seandainya nanti masih ada longsoran dari atas, materialnya tidak akan sampai menutup akses mulut terowongan. Selain itu, penanganan lanjutan berupa regrading atau penurunan elevasi tanah di area puncak tebing juga disiapkan," terangnya.


Terkait progres pembukaan terowongan untuk masyarakat umum, Hendra membeberkan bahwa penyesuaian jadwal terjadi akibat kompleksnya tahapan pemenuhan kelengkapan data dasar, dokumen teknis, serta instrumen pengujian yang disyaratkan oleh tim penguji independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Saat ini, Pemkot Samarinda telah melengkapi seluruh kelengkapan dokumen administratif pendukung dan tengah menunggu jadwal rapat koordinasi lanjutan serta pelaksanaan uji beban di lapangan yang melibatkan armada truk bertonase tinggi.

"Target puncaknya tetap di akhir tahun ini. Data dasar dan instrumen pengujian sudah siap, tinggal menunggu jadwal rapat lanjutan dari tim penguji UGM sebelum mereka turun langsung melakukan uji beban di lapangan," pungkas Hendra. (Adv)