Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Foto bukan sekadar rekaman peristiwa masa lalu, tetapi juga menyimpan jejak perubahan daerah yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembangunan ke depan.
Hal ini disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka pameran 73 Tahun Berau dalam Gambar di Story Mount Caffe.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi para fotografer di Kabupaten Berau untuk menampilkan karya sekaligus merekam perjalanan daerah dari masa ke masa. Melalui bidikan kamera, masyarakat diajak melihat bagaimana Berau berkembang, mulai dari kondisi pada era 1980-an hingga situasi saat ini.
Sri Juniarsih menilai, dokumentasi visual memiliki nilai penting karena mampu menghadirkan gambaran nyata tentang perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Foto-foto tersebut tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga dapat digunakan sebagai referensi dalam mengevaluasi pembangunan yang telah berjalan.
Menurutnya, rekam jejak pembangunan perlu dijaga agar setiap program yang belum tuntas dapat menjadi perhatian bagi pemerintahan berikutnya. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti ketika terjadi pergantian kepemimpinan, melainkan terus berlanjut berdasarkan kebutuhan dan capaian yang telah ada.
“Siapa pun kepala daerahnya, program pembangunan yang berkelanjutan harus tetap dilaksanakan. Foto-foto ini bisa menjadi acuan untuk melanjutkan pembangunan yang mungkin belum selesai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran fotografer dan insan media dalam memperkenalkan sejarah Berau kepada masyarakat luas. Di tengah perkembangan platform digital seperti Instagram, Facebook, dan X, foto-foto lama memiliki peluang untuk kembali dikenal, terutama oleh generasi muda yang tidak mengalami langsung kondisi Berau pada masa lampau.
Perbandingan visual antara Berau dahulu dan sekarang, menurut Sri Juniarsih, memperlihatkan perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga perkembangan sumber daya manusia.
Karya fotografi yang dibagikan melalui media digital juga dapat menjadi sarana edukasi publik. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai kondisi daerah saat ini, tetapi juga memahami proses panjang yang membentuk Berau hingga seperti sekarang.
Karena itu, ia mengapresiasi kreativitas para fotografer yang telah mengabadikan berbagai sudut dan peristiwa di Bumi Batiwakkal. Dokumentasi tersebut dinilai memiliki arti penting dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus memperkenalkan perjalanan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui pameran 73 Tahun Berau dalam Gambar, Sri Juniarsih berharap semangat berkarya para fotografer terus tumbuh seiring perkembangan teknologi. Sebab, di balik setiap foto, tersimpan cerita, identitas, dan catatan perjalanan Berau yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (Adv)



