Maksimalkan Operasional Insinerator, Pemkot Samarinda Edukasi Pemilahan Sampah dari RT Hingga Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2 kali dibaca
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Maksimalkan Operasional Insinerator, Pemkot Samarinda Edukasi Pemilahan Sampah dari RT Hingga Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2 kali dibaca
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Maksimalkan Operasional Insinerator, Pemkot Samarinda Edukasi Pemilahan Sampah dari RT Hingga Sekolah

2
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan strategi penanganan dan pengolahan sampah perkotaan melalui pemanfaatan teknologi insinerator karya anak bangsa. 

Untuk meminimalisasi residu sampah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Pemkot Samarinda menekankan krusialnya pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, membeberkan bahwa seluruh unit insinerator ramah lingkungan yang diproduksi di Bandung tersebut kini telah beroperasi penuh setelah sempat mengalami penyesuaian sosialisasi di tengah masyarakat.

"Seluruh unit insinerator kita sudah berjalan. Kita patut bangga karena alat ini merupakan produk inovasi dalam negeri dari Bandung. Target kita, satu unit insinerator mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari sehingga secara signifikan mengurangi beban volume sampah yang masuk ke TPA," ujar Marnabas, Rabu (28/10/2026).

Marnabas menjelaskan, efisiensi pembakaran pada insinerator sangat bergantung pada tingkat kedisiplinan pemilahan sampah di tingkat TPS. Pasalnya, material anorganik keras seperti kaca, beling, dan besi tidak dapat dicerna oleh mesin pembakar.

Selain itu, pemilahan sampah yang tepat sangat menentukan efektivitas teknologi pengolahan asap. Mesin insinerator Samarinda menggunakan sistem khusus dengan menyalurkan corong emisi ke dalam media air guna mencegah keluarnya asap pekat ke pemukiman sekitar.

"Insinerator memiliki keterbatasan, bahan kimia, kaca, beling, dan logam tidak bisa diproses di alat ini. Jika sampah yang dimasukkan bercampur tanpa dipilah, hal itu bisa mengganggu kinerja alat dan memicu asap," terangnya.

Guna memastikan operasional berjalan tanpa hambatan teknis, Pemkot Samarinda telah menggelar evaluasi teknis bersama tim pengelola TPS untuk mengidentifikasi potensi kendala lapangan serta merumuskan standar contoh pengelolaan TPS terbaik.

Guna membangun budaya pilah sampah dari hulu, Pemkot Samarinda menyiapkan gerakan sosialisasi secara masif yang melibatkan seluruh struktur kewilayahan hingga lembaga pendidikan.

Para lurah, camat, dan ketua RT diimbau aktif mengedukasi warga agar memisahkan sampah organik dapur dengan sampah anorganik sebelum diangkut ke TPS. Pendekatan serupa diterapkan di lingkungan sekolah untuk membentuk karakter peduli lingkungan bagi para peserta didik sejak dini.

"Ke depan, sosialisasi akan kami lakukan secara masif bersama lurah, camat, hingga ketua RT agar warga terbiasa memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Di sekolah-sekolah juga kita ajarkan kepada anak-anak didik sejak dini," tegasnya.

Terkait peta jalan pengolahan sampah Kota Samarinda, Pemkot menargetkan pengadaan hingga 10 unit insinerator yang tersebar di wilayah strategis. Kendati demikian, Pemkot Samarinda tetap melakukan evaluasi kinerja berkala sebelum menambah unit baru. (Adv)