Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin
BONTANG - Pemerintah Kota Bontang mendorong perluasan akses pasar, peningkatan kemampuan digital, dan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing 21.670 UMKM yang tercatat beroperasi di Kota Bontang.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang 2025–2029, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam memperluas pasar dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.
Pemkot Bontang menyiapkan sejumlah langkah untuk menjawab persoalan tersebut. Di antaranya melalui bimbingan teknis pemasaran digital, peningkatan kualitas kemasan produk, serta penguatan kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM lokal.
Kemitraan tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas keterlibatan produk lokal dalam rantai pasok perusahaan.
Selain pemasaran, akses permodalan menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu upaya yang didorong ialah program Kredit 0 persen melalui kerja sama dengan Bank Kaltimtara.
Pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan perbankan dan kesiapan administrasi pelaku usaha agar pembiayaan dapat diakses secara optimal dan tepat sasaran.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, membuka forum tersebut. Ia menilai konsultasi publik menjadi kesempatan untuk mengevaluasi regulasi dan mekanisme pelayanan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Forum Konsultasi Publik ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ini adalah langkah nyata pemerintah untuk mewujudkan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan akuntabel melalui pelibatan masyarakat,” kata Lukman.
Forum ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, perusahaan, pengurus koperasi, dan asosiasi pedagang.
Mengusung tema “DKUMPP Berbenah, UMKM Naik Kelas”, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipimpin Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi.
Melalui forum tersebut, pemerintah menjaring masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak untuk menyempurnakan kebijakan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.
Pemkot Bontang berharap pembinaan yang lebih terarah dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.


