Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk setiap majelis taklim melalui Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Program ini diarahkan untuk mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan masyarakat di tingkat lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengakomodasi kegiatan keagamaan yang selama ini dijalankan secara mandiri oleh majelis taklim.
Menurutnya, jumlah majelis taklim di Kukar cukup banyak. Berbagai kegiatan rutin mereka selama ini umumnya mengandalkan pembiayaan dari pengurus maupun anggota.
Padahal, keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi kaum perempuan di lingkungan masyarakat.
“Ya itu kan untuk sebenarnya di antaranya untuk memastikan bahwa kegiatan keagamaan yang berbasis majelis taklim itu bisa terakomodir dan bisa terwadahi,” ujar Sunggono. Kamis (28/10/2026)
Ia menilai, dukungan terhadap majelis taklim perlu diperkuat karena kelompok keagamaan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter dan kualitas perempuan di daerah.
“Padahal mereka juga kan di antara kegiatan itu kan meningkatkan akhlak, kualitas SDM ibu-ibu, wanita yang ada di masing-masing wilayah. Itu kan penting itu, ibu itu tiang negara. Jadi mereka tuh perlu kita perkuat posisinya,” jelasnya.
Meski demikian, Sunggono mengakui bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh majelis taklim di Kukar secara bersamaan. Banyaknya jumlah kelompok yang ada menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan secara menyeluruh.
“Nah, cuman kan memang terus terang saja bahwa belum semuanya bisa kita penuhi secara keseluruhan,” katanya.
Melalui program ini, Pemkab Kukar berupaya memberikan ruang dukungan bagi kegiatan keagamaan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu majelis taklim menjalankan aktivitas pembinaan secara lebih optimal.
Namun, realisasi bantuan bagi seluruh majelis taklim masih dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan yang ada. (Adv)



