Reporter: Aswin | Editor: Buniymin
TENGGARONG - Persoalan pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu dicarikan solusi agar Pondok Pesantren Al Farisyah Hasyim di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjalankan aktivitas pendidikannya.
DPRD Kukar mulai menelusuri berbagai kendala yang menyebabkan pondok pesantren tersebut berhenti beroperasi setelah sebelumnya menjalankan kegiatan pada 2018 hingga 2025.
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto mengatakan peninjauan yang dilakukan pihaknya merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang menginginkan pondok pesantren tersebut kembali aktif.
Menurutnya, diperlukan pembahasan bersama sejumlah pihak untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi sekaligus merumuskan langkah penyelesaian.
“Alhamdulillah, koordinasi dari tokoh masyarakat, kepala desa, tokoh agama, dan OPD pemerintah kabupaten sudah berjalan baik. Harapannya, ke depan Pondok Pesantren Al Farisyah Hasyim bisa digagas kembali keaktifannya,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Desman menjelaskan, DPRD Kukar akan mengkaji informasi yang diperoleh dari pertemuan bersama masyarakat. Pihaknya juga berencana membentuk tim untuk menelusuri berbagai persoalan yang menghambat operasional pondok pesantren.
Hasil penelusuran tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah yang dapat ditempuh bersama, termasuk mencari solusi terkait kebutuhan pembiayaan.
Ia menyebut bangunan pondok pesantren tersebut tidak sepenuhnya terbengkalai. Lokasinya masih dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, seperti aktivitas desa dan majelis. Tapi kegiatan pendidikan keagamaan yang menjadi fungsi utama pondok pesantren itu belum kembali berjalan seperti sebelumnya.
“Kita dorong bagaimana fungsi pondok pesantrennya bisa aktif kembali. Faktor pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu kita pikirkan bersama,” jelasnya.
Desman berharap koordinasi antara DPRD, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menghasilkan solusi yang memungkinkan pondok pesantren tersebut kembali beroperasi.
Menurutnya, keberadaan Ponpes Al Farisyah Hasyim perlu dioptimalkan kembali agar masyarakat Desa Rapak Lambur dan sekitarnya dapat memperoleh manfaat dari kegiatan pendidikan dan keagamaan yang diselenggarakan. (Adv)


