Dinkes Kutim Prediksi Kasus DBD Berpotensi Meningkat Januari 2027, Warga Diminta Selalu Waspada

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca5 kali dibaca
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Kutim Prediksi Kasus DBD Berpotensi Meningkat Januari 2027, Warga Diminta Selalu Waspada

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca5 kali dibaca
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Kutim Prediksi Kasus DBD Berpotensi Meningkat Januari 2027, Warga Diminta Selalu Waspada

5
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Freepik)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutim memperkirakan kasus demam berdarah dengue (DBD) berpotensi meningkat pada Januari 2027, seiring perubahan musim dari kemarau panjang menuju musim hujan.

Masyarakat diminta mulai melakukan pencegahan sejak dini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, perubahan kondisi iklim turut memengaruhi risiko penyakit di masyarakat.

Selama periode kekeringan berkepanjangan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare menjadi dua penyakit yang perlu mendapat perhatian.

“Ini namanya periode sensitif iklim. Kita harus waspada tidak hanya masalah ISPA. Karena ini kering, kekeringan agak lama. Pertama ISPA, yang kedua diare. Diare ini juga kasus meningkat,” ujar Yuwana.

Selain kedua penyakit tersebut, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi peningkatan DBD ketika musim hujan mulai tiba. 

Genangan air yang terbentuk di sekitar permukiman dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, penyebab penularan DBD.

Yuwana mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M. 

Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

“Supaya nanti kalau memang sudah musim hujan tidak ada nyamuk-nyamuk demam berdarah, tidak terjangkit begitu,” katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum musim hujan tiba. Masyarakat tidak perlu menunggu munculnya kasus untuk mulai membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Melalui langkah pencegahan sejak dini, risiko berkembangnya populasi nyamuk penyebab DBD di lingkungan permukiman diharapkan dapat ditekan.