Taufik Optimistis Panen Raya Padi di Semayang Terlaksana November Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Taufik Optimistis Panen Raya Padi di Semayang Terlaksana November Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Taufik Optimistis Panen Raya Padi di Semayang Terlaksana November Ini

4
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)
Momen Taufik bersama pihak terkait melakukan panen raya di desa sebelimbingan. (Foto: Taufik)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Panen raya padi di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diprediksi berlangsung pada pertengahan hingga akhir November 2026. Anggota DPRD Kukar, Taufik Ridiannur, berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga hasil panen dapat diperoleh sesuai perkiraan.

Taufik mengatakan, perkembangan tanaman padi di Desa Semayang sejauh ini menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ia sendiri turut terlibat dalam kegiatan penaburan benih padi bersama Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika cuaca mendukung, masyarakat diperkirakan sudah bisa melaksanakan panen raya pada pertengahan November. Meski demikian, sebagian petani saat ini sudah mulai melakukan panen lebih awal.

"Alhamdulillah, kita lihat perkembangannya sangat bagus. Kita berharap cuaca mendukung agar bisa melaksanakan panen raya. Prediksinya pertengahan November sampai akhir November, insyaallah kalau cuaca bagus," ujarnya. Jumat (30/10/2026)

Ia menjelaskan, masyarakat Desa Semayang menerapkan dua metode dalam penanaman padi. Pertama, metode tabur benih langsung yang sempat dilakukan bersama Bupati Kukar. Kedua, metode tanam konvensional dengan menyemai benih terlebih dahulu, kemudian mencabut dan menanamnya kembali di lahan persawahan.

Kedua metode tersebut sama-sama menunjukkan pertumbuhan tanaman. Namun, terdapat perbedaan dari segi pola pertumbuhannya. Padi yang ditanam menggunakan metode tabur cenderung tumbuh tidak beraturan, sedangkan metode tanam konvensional menghasilkan jarak dan pertumbuhan tanaman yang lebih merata.

Taufik menyebut, pola pertanian di Desa Semayang memiliki keunikan tersendiri karena aktivitas menanam padi tidak dilakukan setiap tahun. Masyarakat memanfaatkan lahan danau yang mengering saat musim kemarau untuk bercocok tanam.

Tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun berdasarkan pengalaman masyarakat setempat dalam memanfaatkan kondisi alam.

"Memang ini sudah dilakukan nenek moyang kita terdahulu. Ketika posisi danau mengering atau memasuki musim kemarau, masyarakat memanfaatkan lahan tersebut untuk bertanam padi," jelasnya.

Terkait metode tabur benih yang sempat menjadi perhatian publik, Taufik menjelaskan bahwa kondisi lumpur di lokasi penanaman membuat kaki orang yang ikut menabur benih terbenam cukup dalam. Hal tersebut membuat posisi kaki terlihat hingga hampir setengah lutut, meskipun kondisi sebenarnya tidak sedalam yang terlihat.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk mempersiapkan pelaksanaan panen raya di Desa Semayang.

Sebelumnya, panen raya juga telah dilaksanakan di Desa Sebelimbingan pada 25 Oktober 2026. Setelah kegiatan tersebut, panen raya di Desa Semayang diharapkan dapat terlaksana pada pertengahan November mendatang.

Ia berharap hasil panen kali ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan lahan danau yang mengering sebagai area pertanian produktif. (Adv)