Diskukmperindag PPU Butuh Rp15,8 Miliar untuk Lanjutan Pembangunan Pasar Waru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca4 kali dibaca
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskukmperindag PPU Butuh Rp15,8 Miliar untuk Lanjutan Pembangunan Pasar Waru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca4 kali dibaca
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskukmperindag PPU Butuh Rp15,8 Miliar untuk Lanjutan Pembangunan Pasar Waru

4
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan Rp15,8 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Waru di Desa Sesulu, Kecamatan Waru. 

Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha mengatakan Pasar Waru di Desa Sesulu dimulai dibangun pemerintah daerah pada 2016. 

Tahap pertama pembangunan pasar di atas lahan 5 Hektare (Ha) menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp7 miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). 

Namun, tahap pertama pembangunan Pasar Waru yang baru tersebut hanya dibangun fasilitas pasar basah berkapasitas sekitar 100 kios. 

Untuk melanjutkan pembangunan Pasar Waru membutuhkan anggaran sekitar Rp15,8 miliar.  “Lanjutan pembangunan Pasar Waru di Desa Sesulu membutuhkan anggaran mencapai Rp15,8 miliar,” kata Syamsul Adha, Jumat (30/10/2026). 

Anggaran sebesar Rp15,8 miliar, kata dia, selain untuk pembangunan gedung pasar basah, juga untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti sanitasi dan drainase. 

“Pasar Waru itu dimulai dibangun sejak 2016, tetapi belum rampung sampai sekarang sehingga belum bisa dioperasikan. Karena fasilitas pasar basah belum dibagun begitu juga dengan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya. 

Syamsul Adha menyatakan Diskukmperindag PPU telah mengusulkan lanjutan pembangunan Pasar Waru di APBD 2027. 

Selain itu, pemerintah daerah berupaya mengusulkan lanjutan pembangunan Pasar Waru ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

“Kami mengusulkan lanjutan pembangunan Pasar Waru ke pemerintah daerah  dan pemerintah pusat tahun anggaran 2027,” bebernya. 

Ia berharap, usulan  lanjutan pembangunan Pasar Waru diakomodir oleh Kementerian PU. Karena, pemerintah daerah sedang menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. 

“Harapan terbesar kami, usulan lanjutan pembangunan Pasar Waru disetujui oleh Kementerian PU,” pungkasnya. (Adv)