Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin
TANA PASER - dr Fahmi Fadli terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Kalimantan Timur (PTMSI Kaltim) masa jabatan 2026‑2030.
Ini diketahui setelah Musyawarah Provinsi (Musprov) PTMSI Kaltim yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Jalan Diponegoro, Kota Samarinda beberapa waktu lalu.
Hasil Musprov tersebut telah dilaporkan kepada Pengurus Besar (PB) PTMSI untuk mendapatkan pengakuan, sekaligus memohon rekomendasi dari KONI Kaltim.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay, ia meminta Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum untuk mengeluarkan rekomendasi resmi atas hasil Musprov yang telah dilaksanakan.
"Dengan ini kami berharap agar Bapak Ketua Umum KONI Kaltim dapat memberikan rekomendasi atas hasil Musprov PTMSI Kaltim yang berlangsung pada 24 Oktober 2026," bunyi isi surat tersebut.
Sebelum terselenggaranya Musprov, muncul perselisihan internal terkait penerapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
PB PTMSI menilai langkah pemberhentian sebagian Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PTMSI se‑Kaltim dilakukan mendekati pelaksanaan Musprov dan tidak sejalan dengan ketentuan organisasi.
"Pemberhentian atau penonaktifan tersebut dinilai keliru karena dilaksanakan menjelang Musprov yang akan segera berlangsung," tulis PB PTMSI.
PB PTMSI mengajak seluruh pihak untuk berkomunikasi satu sama lain, duduk bersama, dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah mufakat.
Hingga Musprov terlaksana, hak untuk menyampaikan pendapat serta hak membela diri bagi Ketua PTMSI Kabupaten/Kota tetap harus dihormati.
"Secara prinsip hal tersebut tidak dapat kami terima sebelum Musprov PTMSI Kaltim dilaksanakan dan sebelum hak menyampaikan pendapat serta hak membela diri diberikan kepada Ketua PTMSI Kabupaten/Kota," ujar Pengurus PB PTMSI, Muhammad Aras.
Setelah terpilih secara aklamasi, dr. Fahmi Fadli menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Kabupaten dan Kota yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin selama empat tahun ke depan.
Ia menegaskan kemajuan tenis meja Kaltim tidak dapat diraih sendirian.
"Kami mengapresiasi kepercayaan ini karena merupakan sebuah amanah. Kita tidak bisa bekerja sendirian, mari kita melakukan konsolidasi, bersinergi, dan saling bahu‑membahu agar tenis meja Kaltim semakin maju dan berkembang ke depan," ucap dr. Fahmi Fadli, Jumat (30/10/2026).
Ia berkomitmen untuk melanjutkan kepemimpinan yang ada serta memperkuat pembinaan atlet secara menyeluruh. Sebagai wujud nyata dukungan, ia berjanji akan menyerahkan empat meja tenis meja kepada setiap Pengcab se‑Kaltim guna mendukung latihan dan pengembangan atlet.
"Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas para pemain tenis meja yang ada di Kaltim," ungkap Fahmi.
Dengan harapan agar perselisihan internal segera selesai secara damai, kepemimpinan baru PTMSI Kaltim diharapkan segera melakukan konsolidasi, memperkuat jaringan Pengcab, serta melahirkan atlet tenis meja berprestasi untuk Kaltim.


