Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) akan mengusulkan rencana pembangunan Pelabuhan Nenang ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan pemerintah daerah membutuhkan support dari Kemenhub untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Nenang yang digagas Pemkab PPU bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Rencana pembangunan Pelabuhan Nenang membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Kami berencana ke Kementerian Perhubungan untuk mengusulkan pembangunan Pelabuhan Nenang,” kata Mudyat, Jumat (30/10/2026).
Rencana pembangunan pelabuhan di pesisir Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam diproyeksikan akan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat Benuo Taka di masa mendatang.
Pelabuhan yang akan dibangun di perairan Teluk Balikpapan akan dipersiapkan menjadi jalur distribusi logistik dari dalam maupun luar Kalimantan.
“Kalau Pelabuhan Nenang terealisasi pembangunannya, maka akan membuka akses distribusi logistik. Dampak ekonominya terhadap PPU, luar biasa,” ujarnya.
Mudyat mengungkapkan, Pelabuhan Nenang diproyeksikan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab PPU dan Pemprov Kaltim mencapai Rp170 miliar per tahun.
Menelisik potensi perputaran perekonomian dan PAD, Pemkab PPU terus berupaya agar rencana pembangunan Pelabuhan Nenang mendapatkan dukungan anggaran dari Kemenhub.
Sebab, rencana pembangunan Pelabuhan Nenang tidak hanya dipersiapkan untuk akses logistik bagi masyarakat PPU, tetapi juga diproyeksikan untuk mendukung akses logistik Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang.
Ketika IKN resmi menjadi Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus), maka diperkirakan arus lalu lintas kapal pengangkut logistik maupun penumpang di Teluk Balikpapan akan semakin padat.
Pelabuhan Nenang nantinya bisa menjadi jalur alternatif ketika pelabuhan yang ada di Balikpapan tidak mampu mengcover arus keluar masuk kapal.
“Pelabuhan Nenang nanti bisa menggaet kapal-kapal yang antre di Teluk Balikpapan untuk sandar,” pungkasnya. (Adv)


