Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Persoalan sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu keluhan utama masyarakat di wilayah daerah pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal tersebut diketahui Anggota DPRD Kukar, Taufik Ridiannur setelah melakukan sejumlah kunjungan dan berdiskusi langsung dengan masyarakat di wilayah hulu dan pedalaman Kukar.
Dapil VI meliputi tujuh kecamatan, yakni Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
Taufik mengatakan belakangan ini lebih banyak menghabiskan waktu di daerah pemilihan untuk menemui masyarakat dan menyerap berbagai aspirasi.
Bahkan, kegiatan tersebut dilakukan secara langsung tanpa harus menunggu agenda reses resmi DPRD.
Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan, mulai dari berdiskusi di warung kopi, bertemu di jalan, hingga menerima kunjungan warga di rumah.
Aspirasi yang disampaikan masyarakat kemudian menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui kebijakan maupun usulan kepada organisasi perangkat daerah (OPD).
“Catatan-catatan kita untuk mengambil kebijakan, baik itu usulan kita ke OPD sebagai perpanjangan tangan bupati maupun DPRD yang mempunyai hak untuk mengajukan pokok-pokok pikiran di setiap OPD,” ujarnya. Jumat (30/10/2026)
Ia mengungkapkan, persoalan lapangan pekerjaan menjadi pembahasan yang paling sering disampaikan masyarakat. Kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan dinilai turut berdampak terhadap aktivitas perekonomian dan kesempatan kerja.
Menurut Taufik, ketika kondisi keuangan daerah stabil, kegiatan pembangunan pemerintah dapat berjalan lebih optimal. Ini turut membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat, baik melalui kegiatan pemerintah maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Namun, kondisi saat ini membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Yang mereka butuhkan sekarang tentu masalah pekerjaan. Kita tahu sendiri dampak keuangan daerah kita yang menurun ini sangat besar terhadap perekonomian masyarakat. Masyarakat sekarang mengeluhkan susah mencari pekerjaan,” ungkapnya.
Selain persoalan pekerjaan, masyarakat di wilayah Dapil VI juga menghadapi dampak musim kemarau. Kondisi tersebut cukup memengaruhi kehidupan warga karena sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, khususnya nelayan yang beraktivitas di danau.
Sejumlah danau yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat aktivitas nelayan semakin terbatas dan berdampak terhadap pendapatan mereka.
Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian dalam diskusi bersama masyarakat. Taufik menyebut, kabut asap yang semakin parah dan terjadi berulang kali turut menambah kesulitan warga.
Ia berharap berbagai persoalan tersebut dapat segera ditangani melalui kerja sama seluruh pihak. Sebab, menurutnya, persoalan ekonomi, kekeringan, dan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab DPRD, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
“Mudah-mudahan permasalahan-permasalahan seperti ini bisa teratasi dan cepat diselesaikan,” tutupnya. (Adv)


