Cegah Kekerasan dan Narkoba, SDN 001 Bontang Libatkan 60 Sekolah dalam Seminar Parenting

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Kekerasan dan Narkoba, SDN 001 Bontang Libatkan 60 Sekolah dalam Seminar Parenting

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Kekerasan dan Narkoba, SDN 001 Bontang Libatkan 60 Sekolah dalam Seminar Parenting

SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
SD Negeri 001 Bontang Selatan Menggelar Seminar Parenting (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Perlindungan anak dari ancaman kekerasan, perundungan, pelecehan seksual hingga penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. 

Peran orang tua dalam membangun pola asuh yang tepat, komunikasi terbuka dan pengawasan terhadap aktivitas anak menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Seminar Parenting bertajuk WAJAR 19-21 dan Waspada Bahaya Narkoba serta Kekerasan pada Anak yang digelar SD Negeri 001 Bontang Selatan di Auditorium 3D Wali Kota Awang Long, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Nyata Sahabat Sekolah Dasar setelah SDN 001 Bontang Selatan terpilih sebagai Sekolah Sahabat Sekolah Dasar Nasional 2026. Seminar tersebut diikuti orang tua murid serta perwakilan dari 60 sekolah di Bontang.

Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam mengingatkan pentingnya orang tua memahami karakter dan potensi masing-masing anak. 

Ia menilai kebiasaan membanding-bandingkan anak justru dapat menghambat perkembangan kepercayaan diri mereka.

"Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan potensi yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak seharusnya membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya," pesannya.

Menurutnya, pola asuh harus dibangun dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan anak. Orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, sekaligus membentuk kebiasaan positif sejak lingkungan keluarga.

Selain pola asuh, pengawasan penggunaan teknologi menjadi perhatian dalam seminar tersebut. Orang tua diingatkan agar tidak membiarkan anak menggunakan telepon genggam tanpa pendampingan.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga perlu dibangun agar anak merasa aman ketika menyampaikan persoalan yang dialami, termasuk jika menghadapi perundungan maupun tindakan kekerasan.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AKB), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang.

Materi yang diberikan mencakup pola asuh, komunikasi keluarga, pengawasan penggunaan teknologi, bahaya narkoba, serta langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.

Dalam kegiatan itu, perlindungan anak juga ditekankan sebagai tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Anak merupakan generasi penerus yang membutuhkan lingkungan aman, sehat dan mendukung perkembangan karakter maupun kemampuan mereka.

Dukungan terhadap pendidikan turut diwujudkan Pemerintah Kota Bontang melalui pembenahan fasilitas sekolah dan penerapan pembelajaran inovatif. 

Pemerintah juga memberikan bantuan perlengkapan serta seragam sekolah gratis, termasuk seragam Pramuka untuk meringankan kebutuhan pendidikan masyarakat.

Pembentukan karakter anak juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) yang mendorong anak membiasakan diri menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Melalui seminar tersebut, SDN 001 Bontang Selatan berharap keterlibatan orang tua dalam pendidikan dan perlindungan anak semakin meningkat. Kolaborasi keluarga, sekolah dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan generasi Bontang yang cerdas, sehat, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai ancaman.