Banner ADV

Jaga Labuan Cermin dari Sampah, Wabup Berau Tekankan Kolaborasi Semua Pihak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca2655 kali dibaca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Jaga Labuan Cermin dari Sampah, Wabup Berau Tekankan Kolaborasi Semua Pihak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca2655 kali dibaca
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Jaga Labuan Cermin dari Sampah, Wabup Berau Tekankan Kolaborasi Semua Pihak

2655
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Upaya menjaga kebersihan kawasan wisata Labuan Cermin tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pengelola destinasi. 

Kesadaran pengunjung, pengawasan hingga keterlibatan aparatur kampung dinilai menjadi kunci agar destinasi unggulan Berau tersebut tetap terjaga.

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan persoalan sampah di kawasan wisata membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Menurutnya, kebersihan destinasi tidak akan terwujud maksimal jika hanya mengandalkan petugas yang bertugas mengangkut dan mengelola sampah.

Ia menilai, pengunjung juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Terlebih, kata Gamalis, Labuan Cermin merupakan destinasi istimewa yang memiliki daya tarik alam dan menjadi salah satu kebanggaan pariwisata Berau.

“Ini harus menjadi simbiosis antara beberapa pihak. Ada pengunjung, pengawas, pengelola kebersihan, hingga aparatur kampung. Semuanya harus saling mendukung,” ujarnya.

Selain kesadaran pengunjung, Gamalis juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kondisi lingkungan di sekitar Labuan Cermin.

Pengelola wisata diharapkan tidak hanya berfokus pada pelayanan pengunjung, tetapi turut memastikan kelestarian alam tetap terjaga.

Ia juga menyinggung keberadaan retribusi yang dibayarkan dalam aktivitas wisata. Menurutnya, pengelolaan retribusi tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pengelolaan kebersihan kawasan.

Gamalis menyebutkan, pemerintah daerah sejauh ini telah berupaya memaksimalkan sosialisasi serta penyediaan fasilitas tempat sampah di kawasan wisata.

Namun, lanjut dia, keberadaan fasilitas tersebut harus dibarengi pengawasan dan kepatuhan seluruh pihak.

“Pemerintah sudah memaksimalkan penyediaan fasilitas sampah. Tinggal bagaimana pengawasan dan penerapannya di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap, seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga Labuan Cermin. Sebab, kelestarian lingkungan bukan hanya menyangkut kenyamanan wisatawan, tetapi juga keberlanjutan destinasi wisata yang menjadi aset penting daerah. (Adv)