Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA — Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda menargetkan sekitar 50 persen dari total 67 cabang olahraga (cabor) yang dikirimkan dapat keluar sebagai juara umum di nomor perlombaan masing-masing pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin, mengungkapkan bahwa target tinggi tersebut dipatok dengan berkaca pada dominasi kontingen Samarinda yang sebelumnya telah sukses menguasai babak kualifikasi dengan selisih perolehan medali emas yang signifikan dari daerah lain.
"Dari babak kualifikasi kita sudah juara umum. Kita harapkan 50 persen cabor bisa menjadi juara umum di cabornya masing-masing," ujar Muslimin.
Sejumlah cabang olahraga andalan yang diandalkan untuk mendulang medali emas di antaranya gulat, taekwondo, pencak silat, anggar hingga kempo yang selama ini konsisten menjadi lumbung prestasi bagi Kota Samarinda.
Selain memburu target harga mati sebagai juara umum, Muslimin menekankan bahwa ajang Porprov VIII Kaltim ini memiliki urgensi besar bagi masa depan para atlet.
Hasil dari kejuaraan tersebut akan menjadi instrumen evaluasi dan verifikasi resmi oleh KONI Kaltim dalam menyaring atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun depan.
Untuk itu, ia mengingatkan seluruh atlet agar dapat tampil maksimal, mengingat persaingan menuju tiket PON sangat ketat dan umumnya hanya memprioritaskan peraih medali emas.
"Kalau mereka tidak maksimal di Porprov, mereka dirugikan dan tidak bisa ikut babak kualifikasi PON tahun depan, karena yang diambil biasanya hanya peraih medali emas," ujarnya.
Menanggapi faktor nonteknis seperti kondisi cuaca di lokasi pertandingan, Disporapar Samarinda mengambil langkah antisipatif dengan memberangkatkan pendukung teknis secara mandiri.
Kontingen Samarinda didampingi langsung oleh tim medis resmi dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda guna memastikan kondisi fisik para atlet tetap prima selama berlaga di Paser. Terdiri dari dua dokter dan enam perawat, lengkap dengan mobil ambulans dari Pemkot Samarinda untuk mengikuti para atlet bertanding.
Dengan persiapan menyeluruh mulai dari evaluasi latihan mandiri bersama pelatih, dukungan tim pengamanan, hingga fasilitas kesehatan yang memadai, Muslimin optimis kontingen Samarinda dapat mempertahankan dominasi dan memboyong kembali piala bergilir juara umum ke Kota Tepian.
"Makanya kita tetap pasang target ambisius agar cabor bisa meraih medali emas terbanyak," pungkasnya. (Adv)


