Banner ADV

Meski Anggaran Berubah, Program RT-Ku Terbaik Tetap Dilanjutkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Meski Anggaran Berubah, Program RT-Ku Terbaik Tetap Dilanjutkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Meski Anggaran Berubah, Program RT-Ku Terbaik Tetap Dilanjutkan

3
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamim

TENGGARONG - Program RT-Ku Terbaik tetap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjalankan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

Meski alokasi anggarannya disesuaikan dari rencana awal Rp150 juta menjadi Rp50 juta per RT untuk tahun berjalan, pemerintah daerah memastikan program tersebut tetap dilanjutkan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan realisasi program-program prioritas pemerintah daerah sejauh ini sudah berjalan, meski belum seluruhnya mencapai hasil maksimal.

"Kalau terealisasi, insyaallah hampir semuanya. Tapi memang belum maksimal. Macam-macam masalahnya, tetapi Bupati tetap berkomitmen dan mengarahkan kami untuk memastikan program-program yang belum terealisasi atau belum maksimal itu diselesaikan secara bertahap mulai tahun depan," ujarnya. Sabtu (31/10/2026)

Menurutnya, Program RT-Ku Terbaik termasuk salah satu program yang paling dinantikan masyarakat karena dinilai memiliki dampak langsung dan luas hingga tingkat lingkungan.

Karena itu, pelaksanaannya menjadi bagian yang turut dievaluasi pemerintah daerah. Evaluasi tersebut mencakup besaran anggaran, pemanfaatan dana hingga tingkat realisasi di lapangan.

Sunggono menjelaskan, di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Pemkab Kukar juga melakukan penyesuaian strategi pembiayaan. Salah satunya dengan mengurangi ketergantungan terhadap APBD untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur berskala besar.

Sejumlah pembangunan, seperti akses jalan dan jembatan, mulai diarahkan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun melalui lembaga pembiayaan lainnya.

"Kalau kita pakai APBD, habis lagi uang kita. Makanya itu yang sudah kita upayakan penganggarannya lewat kementerian maupun SMI," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar anggaran daerah dapat lebih difokuskan pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Sunggono menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) secara berkala melakukan pencermatan terhadap prioritas penganggaran, pelaksanaan kegiatan, serta sumber pembiayaan APBD.

Selain melihat urgensi dan manfaat kegiatan bagi masyarakat, pemerintah juga mempertimbangkan kewajiban pelayanan dasar atau Standar Pelayanan Minimal (SPM), belanja wajib, serta target kinerja yang harus dipenuhi pemerintah daerah.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Kukar berharap program-program unggulan dalam visi Kukar Idaman Terbaik, termasuk RT-Ku Terbaik, tetap berjalan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv)