Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani memastikan pemberian bonus bagi atlet berprestasi yang mewakili daerah dalam sejumlah kejuaraan olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 mendapat dukungan legislatif.
Bahkan, DPRD Kukar menyatakan siap mendukung pemberian bonus dengan nilai yang kompetitif, bahkan diharapkan menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kaltim.
Ahmad Yani mengatakan sebelum menyampaikan komitmen pemberian bonus, Bupati Kukar telah lebih dahulu berkoordinasi dengan DPRD.
DPRD pun menyatakan sepakat karena bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet yang membawa nama Kukar.
“Tadi memang Pak Bupati sebelum menyampaikan sudah izin juga sama kami. Artinya, mohon DPR juga setuju. Kita pastikan kita akan setuju, bahwa ini adalah untuk atlet kita. Siapa pun yang berprestasi, ya bonusnya harus diberikan,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan, besaran bonus yang diberikan harus mampu bersaing dengan daerah lain. Menurutnya, pemerintah daerah tidak perlu ragu memberikan apresiasi besar kepada atlet yang berhasil mengukir prestasi.
“Jadi kita pastikan sebesar-besar bonus yang ada di Kalimantan Timur. Jadi kalau ada yang lebih besar, pasti kita akan lebih besar. Jangan mau kalah,” tegasnya.
Menurut Ahmad Yani, bonus bukan sekadar penghargaan dalam bentuk materi, tetapi juga menjadi salah satu pemacu semangat atlet untuk berjuang maksimal dalam setiap pertandingan.
Ia berharap kepastian tersebut dapat meningkatkan motivasi para atlet agar tampil profesional, menjaga semangat juang, serta berupaya membawa pulang prestasi terbaik untuk Kukar.
“Yang penting bagaimana caranya semangat itu, spirit itu yang kita pegang bahwa kita akan memenangkan pertarungan. Insyaallah dengan bonus yang dijanjikan itu menjadikan spirit bagi teman-teman atlet supaya betul-betul bertanding profesional, semangatnya tinggi,” katanya.
Terkait penganggaran, Ahmad Yani memastikan alokasi untuk bonus atlet telah dimasukkan dalam APBD Perubahan. Dengan demikian, dukungan terhadap atlet berprestasi tidak hanya sebatas janji, tetapi telah disiapkan melalui penganggaran daerah. (Adv)


