Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong pengembangan program ketahanan pangan di tingkat desa. Langkah ini menjadi salah satu prioritas di tengah kondisi efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan hampir seluruh desa di wilayahnya telah menjalankan program ketahanan pangan dengan mengembangkan potensi masing-masing. Sejumlah program bahkan mulai menunjukkan hasil dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomi.
Di Desa Loa Duri Ilir, misalnya, terdapat pengembangan usaha susu kambing. Sementara di Desa Purwajaya, program ketahanan pangan diarahkan pada pengembangan kunyit hitam yang telah diolah menjadi produk kapsul.
Menurut Hery, produk kunyit hitam dari Purwajaya bahkan sudah mulai dipasarkan dan mendapatkan respons cukup baik. Permintaan serta pesanan terhadap produk tersebut juga terbilang cukup banyak.
“Sudah mulai dipasarkan juga lumayan banyak. Pesanan juga lumayan banyak,” ungkapnya.
Selain kedua desa tersebut, pengembangan potensi pangan juga dilakukan di Desa Tani Harapan melalui budidaya madu lulu. Sedangkan Desa Tani Bakti mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.
Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Di luar sektor ketahanan pangan, Kecamatan Loa Janan juga tetap menjalankan program penanganan stunting dan pelayanan masyarakat lainnya. Pelaksanaannya dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, tim kerja terkait hingga puskesmas yang memiliki wilayah kerja di masing-masing desa.
Hery menjelaskan, keterlibatan puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan stunting dan program kesehatan masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Terkait target hingga akhir 2026, Hery mengakui belum menetapkan sasaran khusus. Kondisi keuangan daerah yang masih menuntut penyesuaian membuat pihaknya lebih memprioritaskan keberlangsungan program yang sudah direncanakan.
“Target khusus tidak ada, karena dalam kondisi finansial seperti ini kita tidak punya target khusus. Paling tidak program-program Kukar Idaman Terbaik berjalan baik kita kawal, program desa juga kita kawal berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Dengan demikian, Kecamatan Loa Janan memilih menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, terutama penguatan ketahanan pangan desa dan pelayanan dasar masyarakat, agar tetap memberikan manfaat di tengah keterbatasan anggaran. (Adv)



