Di Hadapan Jemaah Masjid Al-Faruq, Ustaz Das’ad Latif Bicara Bekal Akhirat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca3 kali dibaca
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Di Hadapan Jemaah Masjid Al-Faruq, Ustaz Das’ad Latif Bicara Bekal Akhirat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca3 kali dibaca
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Di Hadapan Jemaah Masjid Al-Faruq, Ustaz Das’ad Latif Bicara Bekal Akhirat

3
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)
Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Faruq Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok. Prokopim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Ustaz Das’ad Latif mengajak umat Islam menjadikan keimanan, amal kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT sebagai bekal menghadapi kematian. 

Pesan tentang pentingnya mempersiapkan akhir kehidupan yang husnul khotimah itu disampaikan dalam Tabligh Akbar di pelataran indoor Masjid Agung Al-Faruq, Minggu (1/11/2026) pagi.

Di tengah rintik hujan, tausiah itu berlangsung khidmat. Dengan gaya ceramah yang lugas dan sesekali diselingi humor, Ustaz Das’ad Latif mengajak jemaah merenungkan tujuan hidup serta mengingat bahwa kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari.

Ia mengingatkan, setiap manusia tentu menginginkan akhir kehidupan yang baik. Namun, husnul khotimah tidak cukup hanya menjadi harapan, melainkan harus diupayakan melalui perilaku dan amalan selama hidup.

"Namun, husnul khotimah bukan sekadar harapan, melainkan sesuatu yang perlu dipersiapkan melalui keimanan, amal kebaikan, serta ketaatan kepada Allah SWT selama menjalani kehidupan," sebutnya.

Dalam tausiah itu, ia juga mengisahkan perhatian Rasulullah SAW terhadap umatnya menjelang akhir hayat. 

Kisah tersebut menggambarkan besarnya kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam, sekaligus menjadi pengingat agar umat senantiasa mengikuti tuntunan yang telah diwariskan Rasulullah.

Ustaz Das’ad Latif menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Kalau kita ingin selamat, berpegang teguhlah pada Al-Qur’an dan sunnah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak jemaah membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pengamalan ajaran dan keteladanan akhlak beliau. 

Kecintaan tersebut tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu bentuk ungkapan cinta dan penghormatan umat kepada Rasulullah.

Melalui tausiah tersebut, jemaah diingatkan agar tidak larut dalam urusan duniawi hingga melupakan kehidupan akhirat. 

Sebab, ketika kematian datang, harta dan kedudukan tidak lagi menjadi penentu, melainkan keimanan serta amal kebaikan yang telah dilakukan selama hidup.