Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah menggenjot pengerjaan proyek peningkatan kapasitas dan perbaikan drainase secara masif di sejumlah titik strategis kota. Langkah ini difokuskan untuk mengatasi genangan serta menekan titik-titik rawan banjir di Samarinda.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kota Samarinda, Darmadi, mengungkapkan bahwa saat ini pengerjaan fisik tersebar di lebih dari 10 lokasi utama, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah perbatasan dan kecamatan penyangga.
Beberapa titik proyek ini tersebar mulai dari Jalan PM Noor, AW Sjahranie, Juanda, Antasari, Untung Suropati hingga pembuatan crossing di Jalan Cermai untuk mengurangi genangan tinggi di daerah Pasundan.
Selain di kawasan tersebut, perbaikan drainase juga menyasar wilayah Jalan Merdeka, Gerilya, serta proyek pembangunan sodetan (canal bypass) di Loa Janan Ilir. Proyek sodetan Loa Janan ini dinilai cukup fenomenal karena melibatkan kolaborasi lintas pemerintahan antara Pemkot Samarinda, Dinas PUPR Provinsi Kaltim, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Darmadi menjelaskan, kolaborasi lintas wilayah ini dilakukan mengingat aliran Sungai Loa Janan membelah dua wilayah administratif, yakni sisi kiri milik Samarinda dan sisi kanan milik Kukar.
"Proyek sodetan di Loa Janan saat ini sudah berjalan dan tinggal tahap crossing di Jalan Soekarno-Hatta. Nanti akan dilengkapi pintu air untuk mengendalikan limpasan air dari Samarinda agar tidak membebani Sungai Loa Janan yang berdampak ke Kukar,"
Pemerintah kabupaten/kota kini berbagi tugas di mana masing-masing pemerintah daerah menyelesaikan penanganan sosial di bantaran, sementara provinsi dan BWS melakukan normalisasi sungai.
Sementara itu, untuk wilayah Palaran dan sekitarnya, peningkatan drainase juga tengah dikerjakan di Jalan Irigasi, Jalan Mulawarman serta lingkungan sekitarnya.
Terkait progres di lapangan, Darmadi merincikan bahwa rata-rata pengerjaan fisik saat ini sudah mencapai kisaran 40 hingga 50 persen, bahkan beberapa titik telah menyentuh progres 70 persen.
Pihaknya optimis seluruh rangkaian kontrak proyek drainase ini dapat diselesaikan tepat waktu pada Desember 2026 mendatang.
Dengan masifnya pengerjaan di ruas-ruas jalan utama yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, pihak PUPR menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus mengimbau agar warga dapat bersabar demi kepentingan bersama jangka panjang.
"Kami mohon maaf dan mohon kesabarannya karena ini semua demi kebaikan kita bersama dalam mengatasi banjir," pungkasnya. (Adv)


