Banner ADV

Distanak Kukar Perkuat Petani Lewat Bantuan Alsintan, Irigasi dan Pelatihan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distanak Kukar Perkuat Petani Lewat Bantuan Alsintan, Irigasi dan Pelatihan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distanak Kukar Perkuat Petani Lewat Bantuan Alsintan, Irigasi dan Pelatihan

3
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distarnak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menjalankan program 100 Ribu Petani, Nelayan dan Peternak Tangguh. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat sarana dan prasarana pendukung sektor pertanian serta peternakan.

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, mengatakan program tersebut menargetkan 32.000 penerima manfaat selama lima tahun. Sejumlah kegiatan telah berjalan, mulai dari pelatihan bagi petani dan peternak hingga penyaluran bantuan fisik.

“Kalau target kita itu 32.000 orang. Jadi ini sedang berjalan. Ada yang peningkatan SDM, ada yang bantuan fisik dan lain sebagainya,” ungkap Rifani.

Untuk peningkatan kapasitas SDM, Distanak Kukar melalui bidang penyuluhan rutin melaksanakan pelatihan bagi petani dan peternak. Dalam pelaksanaannya, Distanak juga menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sementara itu, bantuan fisik untuk kelompok tani saat ini masih dalam proses pengerjaan dan pengadaan. Rifani berharap seluruh kegiatan pembangunan yang sedang berjalan dapat diselesaikan pada awal Desember mendatang, termasuk bantuan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Terkait alat dan mesin pertanian (alsintan), Distanak Kukar telah merekomendasikan sejumlah kelompok tani kepada Kementerian Pertanian. Selanjutnya, pemerintah daerah masih menunggu jadwal penyaluran bantuan dari kementerian.

Penguatan sektor pertanian tersebut diprioritaskan pada lima kawasan pengembangan padi sawah yang tersebar di enam kecamatan. Meliputi kawasan Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, serta kawasan Marangkayu.

Selain sektor tanaman pangan, Distanak Kukar juga mendorong pengembangan peternakan melalui pembangunan kandang ayam petelur berkapasitas 100 hingga 200 ekor.

Bantuan tersebut dirancang dalam satu paket yang mencakup pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam petelur, pakan hingga obat-obatan. Saat ini, proses pengadaan dan pelaksanaannya masih berjalan.

Sejumlah kecamatan yang masuk dalam rencana pengembangan program tersebut di antaranya Kota Bangun Darat, Kota Bangun, Muara Muntai, Muara Wis, Sebulu, Muara Kaman, Anggana, Loa Janan dan Loa Kulu.

Rifani menjelaskan, kelompok yang ingin mendapatkan bantuan harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Setelah itu, tim penilai Distanak akan melakukan verifikasi, terutama menyangkut kesiapan lahan dan persyaratan pendukung lainnya.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pengairan pertanian juga menjadi perhatian. Distanak Kukar telah memulai sejumlah pekerjaan pada 2026, seperti pembangunan pintu air, parit dan sarana pendukung irigasi di beberapa lokasi.

Adapun untuk 2027, pemerintah daerah tengah memproses perencanaan pembangunan irigasi agar kebutuhan air di kawasan pertanian dapat terpenuhi lebih optimal.

“Untuk 2027 kita fokus di lima kawasan prioritas tanpa meninggalkan kawasan-kawasan lainnya,” jelasnya.

Rifani juga mengingatkan kelompok tani agar setiap usulan bantuan benar-benar didasarkan pada kebutuhan di lapangan. Ia meminta petani berkoordinasi dengan penyuluh pertanian agar usulan yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan prioritas pengembangan usaha tani.

“Kalau untuk usulan petani mohon didampingi oleh penyuluh, terus yang diusulkan itu sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (Adv)