Disdikbud Kaltim Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Mulai 2027, Dinilai tak Berprestasi Bisa Dikembalikan Jadi Guru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kaltim Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Mulai 2027, Dinilai tak Berprestasi Bisa Dikembalikan Jadi Guru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kaltim Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Mulai 2027, Dinilai tak Berprestasi Bisa Dikembalikan Jadi Guru

Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (foto: zulkifli/Pusaranmedia.com)

Reporter: Zulkifli | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim bakal melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh kepala sekolah mulai 2027 mendatang. 
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah sekaligus mendorong daya saing pendidikan di Kaltim.

Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan evaluasi akan dilakukan dengan melihat kemampuan kepala sekolah dalam meningkatkan performa satuan pendidikan, mulai dari prestasi, manajemen pengelolaan, hingga pembentukan budaya sekolah.

"Kalau memang tidak menunjukkan kinerja yang baik, tidak masalah apabila kami mengembalikannya menjadi guru. Kami akan mencari guru-guru terbaik untuk dipersiapkan menjadi pemimpin di sekolah,” tegas Armin.

Bagi kepala sekolah yang menunjukkan kinerja baik akan mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan. Sebaliknya, mereka yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan meningkatkan kualitas sekolah dapat dikembalikan ke posisi semula sebagai guru.

"Masih banyak guru yang memiliki talenta dan kemampuan untuk memimpin sekolah, tetapi belum mendapatkan kesempatan mengembangkan potensinya," imbuhnya.

Armin menerangkan, kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menggerakkan seluruh unsur pendidikan, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, kedisiplinan serta kehadiran kepala sekolah di lingkungan satuan pendidikan turut menjadi perhatian dalam evaluasi.

“Dalam kondisi normal, kepala sekolah harus datang pagi-pagi ke sekolah. Kalau kepala sekolahnya tidak ada, bagaimana bisa mengawasi dan memastikan kegiatan sekolah berjalan dengan baik?” ucapnya.

Karena itu, Disdikbud Kaltim ingin memastikan posisi kepala sekolah diisi oleh tenaga pendidik yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu membawa perubahan di lingkungan pendidikan.

Ditegaskan Armin, pembenahan kepemimpinan sekolah akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Terlebih, pemerintah daerah masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga tahun ke depan untuk mempersiapkan pendidikan Kaltim agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

"Terbukti kan, peningkatan prestasi peserta didik mulai terlihat. Dalam pelaksanaan Olimpiade Sains tahun lalu, sebanyak delapan dari 17 siswa yang dikirim Kaltim berhasil meraih medali," tuturnya.

Menurut Armin, perkembangan tersebut tidak terlepas dari mulai terbentuknya budaya sekolah dan pengelolaan manajemen yang lebih baik.

“Ketika budaya sekolah dan manajemen pengelolaannya berjalan dengan baik, prestasi juga akan mengikuti,” ujarnya.

Apalagi saat ini, lanjut Armin, keberadaan program sekolah gratis. Dimana harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Kepala sekolah yang memiliki kemampuan memimpin dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pendidikan berjalan optimal.

"Namun, pembenahan tersebut tidak hanya bergantung pada kepala sekolah. Kami juga harus memastikan pembinaan dan pendampingan berjalan secara serius," pungkasnya.