Banner ADV

Wabup Dorong Pengelolaan Sampah di Pulau Wisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wabup Dorong Pengelolaan Sampah di Pulau Wisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wabup Dorong Pengelolaan Sampah di Pulau Wisata

4
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)
TPS3R yang berada di Derawan. (Foto: Istimewa)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ancaman sampah terhadap kawasan wisata bahari di Kabupaten Berau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. 

Banyaknya pulau kecil yang menjadi tujuan wisata dinilai membutuhkan pola pengelolaan sampah yang lebih terarah agar keindahan alam tidak tercemar oleh persoalan limbah.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pemerintah daerah mulai memperkuat penanganan sampah melalui sejumlah langkah strategis. Mulai dari pembangunan fasilitas pengolahan sampah di pulau-pulau kecil, penambahan armada pengangkut di kawasan perkotaan, hingga memperketat pengawasan di destinasi wisata.

Salah satu upaya yang telah berjalan adalah pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau Derawan. Fasilitas tersebut dibangun melalui kolaborasi Pemkab Berau bersama mitra strategis, di antaranya Yayasan WWF Indonesia.

TPS 3R itu tidak hanya menjadi tempat penampungan, tetapi juga rumah pemilahan sampah yang dilengkapi berbagai sarana pendukung. Mulai dari kendaraan pengangkut listrik, kendaraan roda tiga, hingga mesin pres untuk mengolah sampah sebelum dimanfaatkan atau disalurkan lebih lanjut.

Menariknya, pola pengelolaan sampah di Derawan tersebut telah menarik perhatian sejumlah negara. Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina tercatat mengirimkan perwakilannya untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah di kawasan kepulauan.

Gamalis mengaku pernah mendampingi langsung kunjungan para delegasi tersebut. Menurutnya, pengalaman itu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di pulau wisata Berau memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi contoh bagi wilayah kepulauan lainnya.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Harapannya, kolaborasi dengan WWF Indonesia bisa terus berlanjut karena Berau masih memiliki banyak pulau yang membutuhkan sistem pengelolaan sampah seperti ini,” ujarnya.

Selain kawasan kepulauan, pemerintah juga mempercepat penanganan sampah di wilayah perkotaan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sebanyak 10 unit mobil pengangkut sampah telah disalurkan untuk mendukung pelayanan di seluruh kelurahan di Tanjung Redeb.

Penambahan armada tersebut diharapkan mampu memperlancar pengangkutan sampah rumah tangga sekaligus mengurangi kebiasaan masyarakat membakar sampah secara terbuka. Sebab, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkutnya dari lingkungan permukiman, tetapi juga membutuhkan fasilitas dan kebiasaan pengelolaan yang tepat.

Di sisi lain, pengawasan terhadap aktivitas wisata juga menjadi perhatian. Gamalis menyebut destinasi unggulan seperti Labuan Cermin, Pulau Derawan, dan Maratua membutuhkan pengawasan berkelanjutan agar aktivitas wisata tidak meninggalkan persoalan lingkungan.

Ia mengingatkan, kawasan wisata Berau tidak hanya terdiri dari destinasi yang selama ini populer. Masih banyak pulau lain seperti Bilang-Bilangan, Mataha, Pulau Panjang, Rabu-Rabu, Balikukup, Kakaban, serta sejumlah pulau kecil lainnya yang memiliki potensi wisata.

Jika persoalan sampah tidak ditangani secara serius, pulau-pulau tersebut berisiko menjadi tempat penumpukan limbah, baik yang berasal dari aktivitas manusia di sekitar kawasan maupun sampah kiriman dari luar.

“Jangan sampai pulau-pulau kita justru menjadi tempat singgah sampah. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan bijak, bukan hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama,” tegasnya.

Pemkab Berau berharap penguatan fasilitas, pelayanan pengangkutan, serta pengawasan destinasi dapat berjalan beriringan. Dengan begitu, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga memastikan kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Adv)