Tahun Depan, Pemkot Bontang Tambah Bantuan Seragam Pramuka Gratis untuk Siswa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tahun Depan, Pemkot Bontang Tambah Bantuan Seragam Pramuka Gratis untuk Siswa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tahun Depan, Pemkot Bontang Tambah Bantuan Seragam Pramuka Gratis untuk Siswa

3
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Menyerahkan Seragam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana memperluas bantuan perlengkapan sekolah gratis pada 2027 mendatang.

Selain seragam putih yang selama ini diberikan, siswa juga akan mendapat tambahan seragam Pramuka. Kebijakan ini disiapkan untuk mengurangi pengeluaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. 

Pemkot Bontang memastikan program tersebut tetap berlanjut meski pemerintah daerah menghadapi tekanan anggaran.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan penambahan seragam Pramuka menjadi salah satu bentuk pengembangan program bantuan pendidikan yang telah berjalan.

"Insyaallah, tahun depan ada tambahan seragam Pramuka. Selain seragam putih, akan ada tambahan seragam Pramuka. Sementara seragam yang sudah ada tetap berjalan," ungkapnya, Senin (2/11/2026).

Tak hanya menyasar kebutuhan siswa, program ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemkot berencana tetap melibatkan sekitar 600 penjahit lokal dalam proses pengadaan seragam.

Menurut Neni, pelibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting agar anggaran pemerintah tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Jadi semua penjahitnya kita pertahankan dari UMKM lokal, seperti tahun ini yang sudah berjalan," tuturnya.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha untuk membahas pemenuhan berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk perlengkapan sekolah.

Neni menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi dukungan terhadap kebutuhan dasar pendidikan anak.

Ia menyebutkan, proyeksi APBD Bontang 2027 berada di angka Rp1,7 triliun. Meski demikian, pemerintah akan berupaya mempertahankan alokasi untuk sektor pendidikan.

"Walaupun ada tsunami anggaran, kita tetap akan upayakan sektor pendidikan tidak dikurangi," tegasnya.

Neni menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi penerus. Karena itu, pemerintah ingin memastikan anak-anak Bontang memperoleh dukungan yang memadai untuk menempuh pendidikan.

"Kami ingin membuat orang tua bahagia. Beban kebutuhan sekolah anak-anak mereka ingin kita bantu. Inilah bagaimana Pemerintah Kota Bontang selalu ingin memberikan yang terbaik," ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2026 Pemkot Bontang melalui Disdikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,27 miliar untuk program perlengkapan sekolah gratis.

Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, tas, hingga buku yang menyasar peserta didik mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Melalui rencana penambahan seragam Pramuka, Pemkot berharap manfaat program tidak hanya dirasakan keluarga penerima bantuan, tetapi juga pelaku UMKM lokal yang terlibat dalam pengadaannya.