Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat pemantapan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, Senin (2/11/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari kesiapan masing-masing bidang, penataan arena utama hingga akomodasi kafilah.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono itu menjadi bagian dari persiapan menghadapi ekspose kesiapan tuan rumah kepada panitia provinsi dan perwakilan kabupaten/kota yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) di Pendopo Bupati Kukar.
Sunggono mengatakan pembahasan dilakukan untuk memastikan seluruh bidang dan panitia memahami serta menuntaskan tugas masing-masing sebelum pelaksanaan MTQH tingkat provinsi.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah menuntaskan tahapan persiapan awal untuk bahan ekspos yang akan dilakukan besok terhadap panitia provinsi, termasuk kabupaten/kota yang akan menjadi bagian penting dari pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah penyesuaian teknis turut dibahas, terutama menyangkut perubahan lokasi kegiatan dan pengaturan penjagaan. Panitia juga menyepakati aturan pemasangan spanduk dan baliho di kawasan arena utama.
Jumlah dan ukuran atribut tersebut akan dibatasi serta diseragamkan untuk menjaga kerapian dan estetika lokasi kegiatan. Ketentuan serupa juga diberlakukan bagi OPD, kecamatan, kelurahan maupun pihak lain yang ingin menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan MTQH.
Menurut Sunggono, penataan tersebut diperlukan agar pemasangan atribut tidak dilakukan sembarangan dan seluruh pihak dapat mengikuti ketentuan yang telah disepakati bersama.
“Untuk yang sederhana misalnya, kita berharap tertib, untuk menjaga estetika di panggung atau di arena utama. Spanduk yang dipasang, baliho, itu kita batasi jumlahnya, ukurannya diseragamkan supaya rapi,” jelasnya.
Selain penataan arena, rapat juga mengevaluasi kesiapan tempat menginap bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota. Sunggono menyebut, pengecekan hotel dan penginapan telah dilakukan bersama pengurus inti sesuai arahan Bupati Kukar.
Sejumlah daerah yang telah dipastikan kebutuhan akomodasinya meliputi Balikpapan, Samarinda, Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.
Akomodasi yang disiapkan tidak hanya berupa hotel, tetapi juga penginapan dan homestay dengan memanfaatkan rumah warga yang dinilai representatif. Kafilah Kutai Timur (Kutim), misalnya direncanakan menempati homestay dan sejumlah rumah penduduk.
Dari hasil rapat pemantapan tersebut, Sunggono menyebut progres persiapan penyelenggaraan MTQH XLVI Kaltim telah mencapai lebih dari 80 persen. Meski demikian, masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan, termasuk gladi dan pemantapan teknis menjelang pelaksanaan.
“Belum 100 persen, ini ‘kan belum sampai di situ. Tapi intinya ya sudah di atas 80-an,” pungkasnya. (Adv)



