Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD PPU untuk mengatasi krisis air baku setiap memasuki musim kemarau.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan Perumada AMDT PPU sedang melakukan normalisasi kolam retensi seluas 17 Hektare (Ha) di dekat Bendungan Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
Normalisasi kolam retensi seluas 17 Ha hanya menggunakan anggaran operasional Perumda AMDT. Anggaran yang disiapkan Perumda AMDT tersebut sangat terbatas sehingga diperlukan dukungan penganggaran dari Pemkab PPU dan DPRD.
“Normalisasi kolam retensi ini menggunakan alat berat Dinas PUPR PPU. Sedangkan biaya solar ditanggung dana operasional Perumda AMDT. Saat ini kami kondisinya serba sulit, sehingga membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan DPRD,” kata Abdul Rasyid, Senin (2/11/2026).
Ia mengungkapkan, kolam retensi seluas 17 Ha dilakukan pengerukan hingga kedalam empat meter. Pengerjaannya diproyeksikan rampung selama dua bulan.
Normalisasi kolam retensi seluas 17 Ha merupakan salah satu upaya Perumda AMDT PPU untuk menghadapi musim kemarau di 2027. Karena, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun depan akan terjadi pada Maret.
“Tahun depan diprediksi kemarau akan jauh lebih parah. Tahun ini saja kemarau sudah berlangsung empat bulan, kita sudah mengalami krisis air baku. Kolam retensi seluas 17 Ha dipersiapkan untuk menghadapi kemarau yang akan datang,” pungkasnya.


