Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Kontingen Kabupaten Kutim mengawali persaingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kaltim 2026 dengan raihan satu medali emas dan satu perunggu dari cabang olahraga catur.
Hasil awal ini menjadi modal bagi Kutim untuk mengejar target juara umum dalam kompetisi olahraga aparatur sipil negara (ASN) se-Kaltim, terlebih Kutim berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan mengatakan 178 atlet diterjunkan untuk mengikuti 12 Cabang Olahraga (Cabor).
Kedua belas Cabor itu meliputi panahan, skateboard, bola voli, bola basket, futsal, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur, atletik, senam dan gateball.
Basuki menyebut sejumlah cabor seperti panahan, skateboard, bola voli, bola basket dan futsal menjadi andalan kontingen Kutim.
Namun, ia berharap seluruh atlet yang bertanding dapat menyumbangkan medali. “Semua andalan. Target kita juara umum," kata Basuki saat pembukaan Porprov IV Korpri Kaltim 2026.
Ia mengakui persaingan antarkontingen berlangsung ketat. Setiap daerah memiliki atlet unggulan yang berpotensi menjadi pesaing Kutim dalam perebutan medali.
Meski demikian, Basuki optimistis persiapan yang dilakukan Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Kutim dapat mendukung pencapaian target tersebut.
"Semangat yang disampaikan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda, kita sukses pelaksanaan dan harus sukses prestasi. Insyaallah Bapor Korpri sudah mempersiapkan secara maksimal," ujarnya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman juga menyatakan optimisme terhadap peluang kontingen daerahnya.
Ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kesempatan bertanding di daerah sendiri untuk meraih hasil terbaik.
"Kita siap untuk menjadi juara. Kita siap untuk memenangkan dan merebut kemenangan di Porprov yang keempat ini," tegas Ardiansyah.
Kendati demikian, Ardiansyah mengingatkan para atlet agar tidak mengesampingkan sportivitas demi mengejar kemenangan.
Kejujuran, integritas dan sikap menerima hasil pertandingan, kata Bupati, harus tetap menjadi pegangan selama kompetisi berlangsung.
Ia juga berharap Porprov Korpri 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing pada kompetisi olahraga Korpri tingkat nasional.
"Saya berharap dari kompetisi ini akan lahir atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama baik daerah pada ajang olahraga Korpri di tingkat nasional," pungkasnya.


