Antisipasi Kemarau Tahun Depan, BPBD Samarinda Ajukan Pembuatan Sumur di 10 Titik Rawan Kekeringan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antisipasi Kemarau Tahun Depan, BPBD Samarinda Ajukan Pembuatan Sumur di 10 Titik Rawan Kekeringan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antisipasi Kemarau Tahun Depan, BPBD Samarinda Ajukan Pembuatan Sumur di 10 Titik Rawan Kekeringan

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Reporter: Zulkifli | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau kembali melanda pada Mei 2027 mendatang. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana mengajukan pembangunan sumur di sekitar 10 titik wilayah yang terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan pengajuan tersebut akan disampaikan kepada BPBD Provinsi Kaltim. Rencana ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air bersih saat musim kemarau.

"Menurut prediksi BMKG, sekitar Mei nanti juga akan kembali terjadi musim kemarau. Jadi, sebagai langkah antisipasi, sesuai arahan Pak Wali Kota, kami akan mengajukan permohonan pembuatan sumur," ujar Suwarso.

Terlebih, kondisi sejumlah wilayah saat ini mengalami kekeringan. Karena itu, pembangunan sumur dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipersiapkan sebelum kemarau kembali melanda.

Disebutkan Suwarso, sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana pengajuan berada di kawasan yang terdampak intrusi air laut. Di antaranya Pulau Atas, Sungai Kapih, Palaran, Selili, dan Bantuas.

"Selain itu, kawasan Bendungan Benanga juga masuk dalam daftar lokasi yang direncanakan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 10 titik yang akan diusulkan untuk pembangunan sumur," bebernya.

Terkait mekanisme pengadaan, Suwarso menjelaskan prosesnya akan dilakukan melalui BPBD Provinsi Kaltim. Nantinya, peralatan maupun kebutuhan yang dibeli oleh pemerintah provinsi akan disalurkan sebagian kepada Pemerintah Kota Samarinda.

"Selain pembangunan sumur, kami juga mengajukan sejumlah kebutuhan penunjang penanganan bencana kepada pemerintah provinsi," terangnya.

Kebutuhan tersebut meliputi uang lelah bagi relawan, peralatan penanggulangan bencana, logistik, hingga alat pelindung diri (APD).

"Kami hanya mengajukan kebutuhan, bukan mengajukan uangnya. Kebutuhan tersebut antara lain uang lelah bagi relawan, kemudian beberapa peralatan dan logistik, serta APD. Itu yang kami ajukan ke provinsi," pungkasnya.