Kunjungan Wisman ke Nunukan Anjlok pada September 2026, Hunian Hotel Hanya 21,05 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca6 kali dibaca
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kunjungan Wisman ke Nunukan Anjlok pada September 2026, Hunian Hotel Hanya 21,05 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca6 kali dibaca
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kunjungan Wisman ke Nunukan Anjlok pada September 2026, Hunian Hotel Hanya 21,05 Persen

6
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)
Infografis kunjungan Wisman di Kabupaten Nunukan (Foto: BPS Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan 

NUNUKAN – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Nunukan mengalami penurunan cukup tajam pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat jumlah kunjungan melalui pintu keimigrasian hanya mencapai 966 kunjungan, turun 452 kunjungan dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 1.418 kunjungan.

Penurunan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Nunukan, khususnya di tengah posisinya sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia yang memiliki potensi mobilitas lintas negara.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmadien menyampaikan, bahwa jumlah kunjungan wisman pada September tercatat sebanyak 966 kunjungan.

Angka tersebut berkurang 452 kunjungan atau sekitar 31,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan September 2025, jumlah kunjungan juga mengalami penurunan sebanyak 92 kunjungan," ujar Iskandar.

Sepanjang periode September 2025 hingga September 2026, jumlah kunjungan wisman tertinggi terjadi pada Desember 2025 dengan 3.104 kunjungan. Sementara itu, jumlah terendah tercatat pada November 2025 sebanyak 878 kunjungan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Nunukan masih mengalami fluktuasi. Penurunan pada September 2026 juga menunjukkan bahwa tingginya mobilitas lintas negara belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel dan akomodasi lainnya di Kabupaten Nunukan pada September 2026 tercatat sebesar 21,05 persen.

Angka tersebut meningkat 1,47 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni September 2025 sebesar 19,58 persen.

"Meski mengalami peningkatan secara tahunan, tingkat hunian hotel tersebut masih menunjukkan bahwa sebagian besar kapasitas kamar akomodasi di Nunukan belum terpakai," ujarnya.

Iskandar menjelaskan, TPK merupakan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dan jumlah malam kamar yang tersedia. Indikator ini dapat digunakan untuk melihat produktivitas usaha jasa akomodasi.

Dalam rentang September 2025 hingga September 2026, tingkat penghunian kamar tertinggi terjadi pada Juni 2026 sebesar 33,08 persen. Sebaliknya, titik terendah tercatat pada Maret 2026 sebesar 17,50 persen.

"Meskipun TPK September 2026 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat pemanfaatan kamar hotel masih menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sektor pariwisata daerah," jelas Iskandar.

Indikator lainnya menunjukkan rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan, baik wisatawan asing maupun Indonesia, di Kabupaten Nunukan pada September 2026 mencapai 1,28 hari.

Angka tersebut meningkat 0,12 hari dibandingkan September 2025. Jika dibandingkan dengan Agustus 2026, rata-rata lama menginap juga mengalami peningkatan dari 1,25 hari menjadi 1,28 hari.

"Untuk tamu Indonesia, rata-rata lama menginap pada September 2026 juga tercatat 1,28 hari atau meningkat 0,12 hari dibandingkan September 2025," jelasnya.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 1,70 hari. Angka ini meningkat 0,70 hari dibandingkan September 2025, tetapi mengalami penurunan jika dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 2,04 hari.

Berdasarkan catatan BPS, rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi dalam periode September 2025 hingga September 2026 terjadi pada Desember 2025, yakni 3,53 hari. Adapun untuk tamu Indonesia, angka tertinggi tercatat pada bulan yang sama sebesar 1,93 hari.

Sejumlah indikator tersebut memberikan gambaran bahwa sektor pariwisata Nunukan masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan produktivitas usaha akomodasi.

Sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Nunukan memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui penguatan konektivitas, promosi destinasi, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan potensi wisata lokal.

Namun, data September 2026 memperlihatkan bahwa peningkatan tingkat hunian hotel secara tahunan belum diikuti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara bulanan.

"Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemangku kepentingan untuk melihat pariwisata tidak hanya dari besarnya mobilitas orang yang masuk ke Nunukan, tetapi juga dari kemampuan daerah mendorong kunjungan wisata, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," ucap Iskandar.

Pengembangan pariwisata Nunukan membutuhkan strategi yang mampu menghubungkan potensi wilayah perbatasan dengan daya tarik destinasi, fasilitas akomodasi, serta pengalaman wisata yang dapat mendorong wisatawan tinggal lebih lama di daerah tersebut.