Cegah Antrean BBM, DPRD Balikpapan Usulkan SPBU Baru di Somber hingga Kampung Timur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Antrean BBM, DPRD Balikpapan Usulkan SPBU Baru di Somber hingga Kampung Timur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cegah Antrean BBM, DPRD Balikpapan Usulkan SPBU Baru di Somber hingga Kampung Timur

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Pemerataan fasilitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. 

Sejumlah kawasan yang dinilai masih minim akses SPBU diusulkan mendapat penambahan fasilitas, mulai dari Somber, Karang Jati, Martadinata, Gunung Sari hingga Kampung Timur.

Usulan tersebut disampaikan Komisi II DPRD Balikpapan kepada PT Pertamina Patra Niaga. Penambahan SPBU dinilai dapat mempermudah masyarakat memperoleh BBM sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di sejumlah titik pengisian.

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman mengatakan kebutuhan SPBU perlu disesuaikan dengan perkembangan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kendaraan di kota ini.

Menurutnya, belum meratanya lokasi SPBU membuat sebagian warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan BBM. Situasi tersebut turut berpotensi memicu antrean panjang, terutama pada jam-jam sibuk.

"Daerah-daerah yang memang sangat dibutuhkan masyarakat perlu ada SPBU. Tujuannya supaya tidak terjadi lagi kemacetan akibat antrean kendaraan, baik yang mengisi Pertalite maupun Pertamax," ucap Taufik, Selasa (3/11/2026).

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Somber. Sebagai wilayah dengan aktivitas industri, kawasan ini dinilai membutuhkan fasilitas pengisian BBM yang memadai, terutama untuk memenuhi kebutuhan solar bagi kendaraan operasional.

Selain itu, Taufik menilai Karang Jati juga layak kembali memiliki SPBU. 

Sebab, kawasan tersebut sebelumnya pernah dilengkapi fasilitas pengisian BBM yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat sekitar.

Usulan serupa turut diarahkan ke Martadinata dan Gunung Sari. Bahkan, kebutuhan pemerataan SPBU dinilai perlu diperhatikan hingga kawasan tengah kota, termasuk sekitar Jalan Sudirman dan pelabuhan.

Taufik juga memasukkan Kampung Timur sebagai lokasi yang potensial untuk pengembangan SPBU modular. 

Pertimbangan tersebut didasarkan pada aktivitas masyarakat dan permukiman yang cukup ramai, termasuk untuk melayani warga di sekitar Gunung Samarinda dan Grand City.

"Kalau di Martadinata sangat bagus, tetapi jangan hanya di situ. Gunung Sari juga perlu, termasuk kawasan lain yang memang membutuhkan. Kampung Timur juga penting karena penduduknya ramai," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti usulan tersebut, Komisi II DPRD mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Bagian Perekonomian berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. 

Pembahasan diperlukan untuk menentukan kebutuhan lokasi serta peluang pembangunan fasilitas pengisian BBM baru.

Meski demikian, Taufik mengingatkan penambahan SPBU harus dibarengi dengan kesiapan pasokan dan penambahan kuota BBM. 

Jangan sampai bertambahnya jumlah SPBU justru mengurangi alokasi BBM bagi fasilitas yang sudah beroperasi.

Ia berharap perluasan jaringan SPBU tidak hanya menambah jumlah fasilitas, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara merata. 

"Dengan akses BBM yang lebih dekat, maka saya berharap antrean kendaraan berkurang dan aktivitas ekonomi di Balikpapan dapat berjalan lebih lancar," imbuhnya.