Pengendalian Banjir di Samarinda Terus Dilakukan, Durasi Genangan Diklaim Berkurang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengendalian Banjir di Samarinda Terus Dilakukan, Durasi Genangan Diklaim Berkurang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengendalian Banjir di Samarinda Terus Dilakukan, Durasi Genangan Diklaim Berkurang

Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Banjir yang sempat melanda kawasan Samarinda Utara. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Durasi genangan banjir di sejumlah wilayah Samarinda mulai berkurang. Jika sebelumnya genangan dapat bertahan hingga empat sampai lima jam, kini air disebut bisa surut dalam waktu satu hingga dua jam, bahkan kurang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Darmadi, mengatakan perubahan tersebut terlihat seiring pekerjaan dan perbaikan sistem drainase yang dilakukan secara bertahap di sejumlah titik.

“Kalau dulu misalnya bisa sampai 4–5 jam, sekarang mungkin 1–2 jam sudah bisa. Bahkan kurang dari itu sudah bisa kering,” ujar Darmadi baru-baru ini. 

Meski durasi genangan mulai berkurang, ia mengakui banjir yang berlangsung singkat tetap berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Genangan selama satu hingga dua jam, misalnya, masih dapat mengganggu mobilitas warga, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak.

Karena itu, penanganan banjir melalui pembenahan saluran drainase masih terus dilanjutkan. Darmadi menjelaskan, pekerjaan tidak dapat dilakukan sekaligus di seluruh wilayah karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Ia menyebut proyek drainase yang berjalan saat ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan pada tahun-tahun sebelumnya. Pengerjaan secara bertahap tersebut ditujukan untuk membentuk sistem pengendalian banjir yang saling terhubung, sehingga aliran air dapat bergerak lebih lancar menuju sungai.

Salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan berada di Jalan Cermai, sebagai kelanjutan penanganan di kawasan Pasundan. Darmadi menyebut kawasan tersebut sebelumnya kerap mengalami genangan hingga 1 meter lebih. 

Melalui pembangunan sodetan di kawasan tersebut, kapasitas saluran diharapkan meningkat. Darmadi menjelaskan, bagian saluran yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 1 meter akan diperbesar menjadi 5 meter agar air lebih cepat mengalir menuju Sungai Mahakam.

Selain itu, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi pompa untuk membantu mengalirkan air ketika muka air sungai sedang pasang. Dalam kondisi tersebut, saluran dapat ditutup dan air dari kawasan genangan dipompa keluar.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga telah mengusulkan pembangunan pintu air kepada Kementerian PUPR. Namun, usulan tersebut belum terealisasi karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Darmadi berharap pekerjaan drainase yang dilakukan secara berkelanjutan ini dapat semakin memperbaiki pengendalian banjir di Samarinda. Meski durasi genangan disebut mulai menurun, pembenahan tetap diperlukan agar dampaknya terhadap aktivitas warga dapat terus ditekan.

"Pintu air sudah pernah kita usulkan dengan Kementerian PUPR, tapi ya belum terealisasi, karena biayanya cukup besar. Mudah-mudahan segera," harapanya. (Adv)