Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim menyiagakan personel selama 24 jam untuk mengantisipasi kerusakan jaringan pipa distribusi air bersih akibat pekerjaan peningkatan drainase di Jalan Yos Sudarso I hingga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sangatta Utara.
Langkah antisipasi ini dilakukan karena sejumlah jaringan pipa berada berdekatan dengan titik penggalian.
Pipa yang berpotensi terdampak terdiri dari ukuran 2 inci dan 4 inci, termasuk pipa crossing berdiameter 6 inci di depan kawasan Indomaret.
Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi Perumdam Kutim, Syamsul Bachri mengatakan, posisi jaringan pipa perlu menjadi perhatian selama proses pengerjaan drainase berlangsung.
“Petugas harus memperhatikan titik penggalian yang berdekatan dengan jaringan pipa berukuran 4 inci dan 2 inci, termasuk pipa crossing berukuran 6 inci di depan kawasan Indomaret,” ujar Syamsul.
Untuk memastikan pengamanan jaringan, Perumdam menerapkan sistem pengawasan tiga sif, yakni pukul 07.00–15.00 WITA, 15.00–23.00 WITA, dan 23.00–07.00 WITA.
Selain memantau aktivitas penggalian dan mengidentifikasi posisi pipa, petugas juga bertugas berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutim Bidang Sumber Daya Air.
Apabila pekerjaan drainase mengharuskan pemindahan jaringan pipa, tim Perumdam akan turut mendampingi proses tersebut.
Setiap kendala maupun potensi kerusakan yang ditemukan di lapangan wajib dilaporkan dan didokumentasikan melalui grup komunikasi untuk segera ditindaklanjuti.
Pembentukan tim pendampingan telah dilakukan pada 27 Oktober 2026, setelah Perumdam menerima surat pemberitahuan sekaligus permintaan pendampingan dari DPUPR Kutim pada 16 Oktober 2026.
Syamsul menegaskan, dokumentasi menjadi bagian penting dalam pengawasan untuk mencatat perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul selama pelaksanaan proyek.
"Seluruh informasi harus terdokumentasi dengan baik agar dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” tegasnya.
Sebagai informasi, proyek peningkatan drainase tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2026–2027 dengan masa pengerjaan selama 413 hari kalender.


