Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik peserta didik. Pembentukan karakter, akhlak hingga kemampuan membangun komunikasi yang baik juga menjadi bagian penting dalam mencetak generasi masa depan.
Pesan inilah yang ditekankan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas kepada 50 kepala sekolah jenjang TK dan Sekolah Dasar (SD) yang baru dilantik, Selasa (3/11/2026).
Dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Balai Mufakat tersebut, Sri Juniarsih mengingatkan kepala sekolah memiliki peran lebih luas dari sekadar mengatur administrasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan.
Mereka juga menjadi sosok yang menentukan arah pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendidikan merupakan proses membangun manusia yang membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan pembangunan fisik. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, serta kemampuan memahami perkembangan dan kebutuhan setiap anak.
Karena itu, ia meminta para kepala sekolah menjadikan pembentukan akhlakul karimah sebagai salah satu prioritas dalam pengelolaan pendidikan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam keseharian sekolah, bukan hanya disampaikan melalui materi pembelajaran.
Sri Juniarsih juga mengingatkan bahwa seluruh tenaga pendidik memiliki tanggung jawab menjadi contoh bagi peserta didik. Sikap, tutur kata hingga cara menyelesaikan persoalan akan menjadi bagian dari pembelajaran yang diamati langsung oleh anak-anak.
Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan guru menyampaikan pelajaran, tapi juga bagaimana mereka menanamkan nilai-nilai positif melalui perilaku sehari-hari.
Di sisi lain, kepala sekolah yang baru menerima amanah diminta tidak terjebak pada rutinitas administratif.
Mereka diharapkan mampu menghadirkan terobosan dan program kreatif yang memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.
Profesionalisme juga menjadi perhatian. Sri Juniarsih meminta para pendidik mampu menjaga suasana sekolah tetap kondusif dengan tidak mencampurkan persoalan pribadi ke dalam aktivitas mengajar.
“Anak-anak harus mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman. Apa pun persoalan yang dihadapi di luar sekolah, jangan sampai terbawa ke ruang kelas dan memengaruhi proses pendidikan,” pesannya.
Sebanyak 50 guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah tersebut diangkat melalui mekanisme perpindahan dari jabatan fungsional guru sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelantikan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Berau, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kepala BKPSDM Berau.
Sri Juniarsih berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat membawa perubahan positif di satuan pendidikan masing-masing. Tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kecerdasan, karakter kuat, dan akhlak yang baik. (Adv)



