Banner ADV

Produksi Air Bersih di Samboja Anjlok 50 Persen, Pemkab Kukar Cari Sumber Air Alternatif

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Produksi Air Bersih di Samboja Anjlok 50 Persen, Pemkab Kukar Cari Sumber Air Alternatif

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Produksi Air Bersih di Samboja Anjlok 50 Persen, Pemkab Kukar Cari Sumber Air Alternatif

Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)
Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Aswin/pusaeanmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Keterbatasan pasokan air baku mulai berdampak terhadap kemampuan produksi air bersih di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, ketersediaan air di waduk yang menjadi sumber pasokan PDAM belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Kondisi tersebut membuat produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Mahakam di wilayah Samboja hanya mampu mencapai 40 liter per detik. Angka itu turun hingga 50 persen dibandingkan kapasitas normal yang bisa mencapai 80 liter per detik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi curah hujan yang belum merata. Hujan yang turun masih bersifat sporadis sehingga belum mampu mengembalikan debit air waduk ke kondisi normal.

“Debit air kita ini masih sangat rendah. Karena hujannya juga masih sporadis, dengan debit yang belum normal,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini perlu segera ditangani karena menyangkut keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Pemkab Kukar pun mulai menjajaki kemungkinan pemanfaatan sumber air lain untuk menopang kebutuhan produksi PDAM.

Sunggono mengungkapkan, pihaknya telah membahas persoalan tersebut bersama Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam. Sebagai langkah awal, peninjauan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber air alternatif sekaligus melihat kemungkinan teknis pemanfaatannya.

Koordinasi juga diarahkan kepada Camat Samboja dan Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat salah satu sumber air yang sedang dipertimbangkan merupakan waduk di bawah pengelolaan instansi tersebut.

“Sudah ada beberapa alternatif, dan hari ini saya perintahkan untuk langsung datang ke lapangan, menemui camat. Kemudian menemui beberapa pihak, termasuk dari BWS yang memiliki waduk di sana,” ungkapnya.

Salah satu opsi yang mulai dikaji adalah mengoptimalkan waduk lama milik BWS untuk dijadikan sumber air baku tambahan. Keberadaan waduk tersebut dinilai berpotensi membantu menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat Samboja dan sekitarnya.

Meski demikian, rencana tersebut belum bisa langsung direalisasikan. Ada sejumlah aspek teknis yang harus dipastikan, terutama ketersediaan debit air, kelayakan pengolahan, hingga kebutuhan jaringan untuk mengalirkan air menuju instalasi PDAM.

Salah satu tantangannya adalah jarak waduk dengan reservoir terdekat milik PDAM yang diperkirakan mencapai 5 hingga 7 Kilometer. Jarak tersebut membutuhkan perhitungan tersendiri terkait kebutuhan infrastruktur dan efektivitas penyaluran air.

“Ada waduk yang dibuat oleh BWS, tapi sebenarnya waduk lama. Jaraknya dari reservoir terdekat milik PDAM hampir sekitar 5 sampai 7 kilometer,” terangnya.

Pemkab Kukar berharap hasil peninjauan bersama BWS dan pihak terkait dapat memberikan kepastian mengenai potensi waduk tersebut sebagai sumber air baku. 

Jika memenuhi persyaratan teknis, maka pemanfaatannya berpeluang menjadi salah satu solusi untuk menambah pasokan air bagi pelayanan PDAM di Samboja.

Sunggono menegaskan, kajian utama saat ini adalah memastikan debit air yang tersedia memungkinkan untuk diolah menjadi air baku dan disalurkan kepada masyarakat.

“Untuk memastikan apakah memang debit airnya itu bisa kita olah menjadi air baku untuk PDAM, untuk warga Samboja dan sekitarnya,” pungkasnya. (Adv)