Forum GenRe Samarinda Diminta Perluas Edukasi dan Pendampingan Remaja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada  GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Forum GenRe Samarinda Diminta Perluas Edukasi dan Pendampingan Remaja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada  GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Forum GenRe Samarinda Diminta Perluas Edukasi dan Pendampingan Remaja

Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada  GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani saat memberikan arahan kepada GenRe Samarinda, Selasa (3/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda menargetkan Forum Generasi Berencana (GenRe) lebih berdampak dalam menangani persoalan remaja melalui program kerja yang terukur. 

Salah satu rencana yang disiapkan ialah menggelar sarasehan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda untuk menyatukan gerakan berbagai duta remaja.

Kepala DPPKB Kota Samarinda Deasy Evriyanto mengatakan, Forum GenRe merupakan organisasi yang beranggotakan remaja berusia 10 hingga 24 tahun. 

Organisasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi wadah kegiatan kepemudaan, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif kepada sesama remaja.

Menurut Deasy, para duta GenRe perlu memiliki target kinerja yang jelas selama menjalankan tugas. Target tersebut dapat berupa jumlah remaja yang mendapatkan sosialisasi, pelaksanaan konseling sebaya, kegiatan edukasi, hingga advokasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Duta GenRe ini bukan sekadar duta-dutaan, tetapi harus bisa berdampak. Kita harus buktikan kepada masyarakat, terutama kaum sebaya, bahwa Duta GenRe bisa memberikan pengaruh yang baik, dan ini harus terukur serta terencana,” kata Deasy, Selasa (3/11/2026). 

Ia menjelaskan, selama ini sejumlah duta remaja telah dihasilkan melalui berbagai perangkat daerah maupun komunitas. Tapi, belum ada wadah yang secara khusus menyatukan gerakan mereka agar dapat menjalankan program bersama.

Karena itu, DPPKB berencana memelopori sarasehan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan komitmen para duta dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.

Deasy menyebut sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya perkawinan usia anak, penyalahgunaan narkoba, kesehatan reproduksi, perundungan, HIV/AIDS, dan kesehatan mental remaja.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi. Kolaborasi diperlukan agar edukasi dan pendampingan dapat menjangkau lebih banyak remaja di berbagai wilayah Samarinda.

“Kalau hanya Forum GenRe yang bergerak, agak sulit karena Kota Samarinda luas. Dengan adanya duta-duta ini, mereka bisa tampil dan menyampaikan pesan kepada remaja dan Gen Z secara lebih luas,” ujarnya.

Deasy menambahkan, penyusunan program kerja juga perlu mempertimbangkan kondisi anggaran. Ia menyebut, pada 2026 belum tersedia anggaran khusus untuk kegiatan Forum GenRe. 

Kegiatan pengukuhan pengurus yang baru dilaksanakan pun digelar secara mandiri menggunakan dana yang dikumpulkan para anggota.

Forum GenRe berada di bawah pembinaan DPPKB Samarinda. Organisasi tersebut juga didukung keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang tersebar melalui lingkungan sekolah, kampus dan komunitas di kelurahan.

Menurut Deasy, PIK-R yang berada di sekolah dan kampus relatif lebih mudah dipantau. Sementara itu, penguatan PIK-R berbasis komunitas masih membutuhkan upaya lebih besar agar kegiatannya berjalan aktif.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, DPPKB memiliki 22 penyuluh keluarga berencana yang tersebar di kecamatan. Para penyuluh diharapkan menjadi penggerak sekaligus pembina PIK-R di wilayah masing-masing.

Deasy menegaskan, ke depan pihaknya akan membahas kembali rencana aksi bersama Forum GenRe. Program yang disusun tidak harus banyak, tetapi perlu memiliki sasaran yang jelas serta menghasilkan dampak nyata bagi remaja dan pembangunan Kota Samarinda. (Adv)