Dua WTP di PPU Berhenti Beroperasi Akibat Krisis Air Baku di Musim Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dua WTP di PPU Berhenti Beroperasi Akibat Krisis Air Baku di Musim Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dua WTP di PPU Berhenti Beroperasi Akibat Krisis Air Baku di Musim Kemarau

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami krisis air baku akibat kemarau panjang melanda wilayah Benuo Taka. 

Krisis air baku melanda hampir seluruh unit Water Treatment Plant (WTP) yang dikelola Perumda AMDT PPU. Tapi, terdapat dua unit WTP yang telah berhenti beroperasi akibat krisis air baku di musim kemarau ini. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan WTP Sotek berkapasitas 10 liter per detik di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam lebih dahulu berhenti beroperasi lantaran kehabisan pasokan air baku di Embung Sotek.

WTP Sotek mulai berhenti beroperasi sejak awal Oktober 2026. Sedangkan WTP Babulu berkapasitas 10 liter per detik juga telah berhenti beroperasi di akhir Oktober 2026 lantaran mengalami krisis air baku. 

“WTP Sotek dan WTP Babulu sudah tidak optimal, karena pasokan air baku sudah tidak memadai,” kata Abdul Rasyid, Rabu (4/11/2026). 

Pasokan air bersih wilayah Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu akan terhenti lebih lama apabila tidak turun hujan deras dalam waktu dekat. 

Selain itu, Unit WTP Waru berkapasitas 40 liter per detik di Kecamatan Waru juga mulai mengalami penyusutan yang cukup drastis. Sebab, pasokan air baku Embung Waru yang menjadi sumber air baku ketinggian airnya tersisa lebih satu meter. 

Selain itu, WTP Lawe-Lawe berkapasitas 200 liter per detik juga telah mengalami krisis air baku sehingga pasokan sekitar 40 ribu warga di Kecamatan Penajam juta tidak berjalan optimal. Karena, produksi air bersih WTP Lawe-Lawe telah turun drastis. 

“Layanan air bersih secara keseluruhan telah terganggu hampir 70 persen. Karena, pasokan air baku kami tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan,” terangnya. 

Abdul Rasyid mengungkapkan, warga di wilayah Kecamatan Penajam yang tidak lagi mendapatkan pasokan air bersih secara optimal dari Perumda AMDT terpaksa membeli air tandon. 

Hal tersebut juga dikeluhkan masyarakat, karena harus mengeluarkan biaya air yang lebih besar. 

“Kami juga memahami keluhan masyarakat PPU, karena mengeluarkan biaya berkali-kali lipat. Kalau pelanggan R2 biasanya hanya membayar tagihan Rp150 ribu per bulan, sekarang harus mengeluarkan biaya air tandong Rp150 ribu hanya untuk kebutuhan dua hari,” ujarnya. 

Abdul Rasyid menekankan, Perumda AMDT bersama Pemkab PPU akan terus berupaya untuk mengatasi krisis air baku. “Kita harus mencari sumber air baku untuk menghadapi kemarau tahun depan,” pungkasnya.