Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan rencana pembentukan dua Satuan Tugas (Satgas) strategis untuk memperkuat pengawasan dan pelaksanaan program pemerintah.
Kedua Satgas tersebut meliputi Satgas Penyelenggaraan dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Satgas Penetapan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi.
Pemantapan pembentukan kedua Satgas tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang merupakan tindak lanjut dari pembahasan sehari sebelumnya.
Rapat yang digelar di Balai Kota pada Rabu (4/11/2026) ini bertujuan memastikan kesiapan kelembagaan, memperjelas pembagian tugas, serta menyusun mekanisme kerja agar pelaksanaan fungsi masing-masing Satgas dapat berjalan secara efektif dan terarah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan, pembentukan kedua Satgas harus dipersiapkan secara matang.
Menurutnya, kejelasan peran, tanggung jawab, serta keterlibatan setiap unsur yang tergabung di dalamnya menjadi aspek penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dalam pelaksanaan tugas.
Ia menekankan bahwa koordinasi antar perangkat daerah harus diperkuat sehingga setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dengan demikian, keberadaan kedua Satgas diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program secara optimal sekaligus memastikan proses pengawasan berjalan secara konsisten.
Selain memperkuat koordinasi kelembagaan, Pemkot Samarinda juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen pendukung pengawasan.
Andi Harun menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bersinergi menyiapkan dashboard pemantauan yang dapat menyajikan data secara terpadu, akurat dan mudah diakses.
"Perangkat daerah terkait agar bersinergi menyiapkan dashboard pemantauan," kata Andi Harun.
Dashboard tersebut direncanakan terintegrasi dengan Command Center Pemkot Samarinda. Melalui sistem ini, perkembangan pelaksanaan program MBG maupun proses penetapan istithaah kesehatan jemaah haji diharapkan dapat dipantau secara lebih sistematis.
Data yang tersaji nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi serta dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah.
Pengembangan sistem pemantauan digital ini dinilai penting untuk mendukung pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan ketersediaan data yang terintegrasi, pemerintah diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan program secara lebih cepat serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Samarinda dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang responsif, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pemkot Samarinda berharap pembentukan kedua Satgas tidak hanya menjadi penguatan dari sisi kelembagaan, tetapi juga mampu memastikan program Makan Bergizi Gratis dan pelayanan kesehatan jemaah haji terlaksana secara terukur, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui koordinasi yang solid, pembagian tanggung jawab yang jelas dan dukungan sistem digital terintegrasi, pengawasan terhadap kedua program strategis tersebut diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
"Dashboard digital ini akan terintegrasi dengan Command Center Pemkot Samarinda,” pungkasnya. (Adv)


