DKP3 Balikpapan Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DKP3 Balikpapan Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DKP3 Balikpapan Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
PPL DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir, Indah Sugiastuti. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangkan tanaman produktif. 

Langkah ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan pertanian yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

Pendampingan tersebut dilakukan di kawasan Asrama Bukit, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. 

Masyarakat setempat mengembangkan pertanian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam kegiatan Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah dan Sejahtera (Kaliandra).

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKP3 Balikpapan wilayah Baru Ilir dan Baru Tengah, Indah Sugiastuti mengaku turut mendampingi masyarakat dalam setiap kegiatan pertanian di wilayah binaannya.

Meski saat ini belum terbentuk Kelompok Wanita Tani (KWT), DKP3 telah mendorong ibu-ibu setempat untuk membentuk kelompok sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kegiatan pertanian.

"Rencananya ibu-ibu di sini kami sarankan membentuk KWT yang nantinya menjadi kelompok binaan. Sudah kami diskusikan dengan Bu RT, tinggal mencari anggota karena jumlahnya harus mencukupi untuk membentuk kelompok," ucap Indah, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, keberadaan kelompok nantinya akan membuat pendampingan lebih intensif. 

Namun sebelum kelompok terbentuk, pihaknya tetap terbuka memberikan arahan kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait budidaya tanaman.

Ia menjelaskan, pengembangan pertanian tidak harus berhenti pada lahan bersama yang saat ini dikelola lingkungan RT.

Ke depan, masyarakat diharapkan mulai menanam berbagai komoditas produktif di pekarangan masing-masing.

"Minimal ada tanaman sayuran yang ketika kita butuh untuk makan, tidak perlu membeli lagi. Jadi, setiap rumah diharapkan bisa memiliki tanaman produktif untuk menunjang ketahanan pangan keluarga," jelasnya.

Indah mengakui, mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pertanian membutuhkan proses. Sebab, minat dan kesadaran warga dalam bercocok tanam tidak selalu sama.

Karena itu, pengembangan dilakukan secara bertahap dengan menjadikan lahan pertanian bersama sebagai percontohan. 

Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menarik minat warga lainnya untuk ikut mengembangkan tanaman produktif di lingkungan rumah.

"Yang penting ini menjadi percontohan dulu. Kalau sudah ada hasilnya, insyaallah warga lain bisa mencoba mengikuti," pungkasnya. (Adv)