Lele Jadi Komoditas Budidaya Terbesar di Samarinda, Pembudidaya Tersebar di Sembilan Kecamatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)
Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lele Jadi Komoditas Budidaya Terbesar di Samarinda, Pembudidaya Tersebar di Sembilan Kecamatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)
Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lele Jadi Komoditas Budidaya Terbesar di Samarinda, Pembudidaya Tersebar di Sembilan Kecamatan

Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)
Pemilik tambak ikan lele di Samarinda memperlihatkan hasil budidaya. (istimewa)

Reporter: Zulkifli | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Ikan lele menjadi komoditas dengan produksi terbesar dalam sektor perikanan budidaya di Kota Samarinda. Komoditas tersebut menempati urutan pertama, disusul ikan nila, patin, gurami dan ikan mas.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Samarinda, Henny Apriyanti mengatakan aktivitas budidaya ikan di daerah ini melibatkan ratusan pembudidaya yang tersebar di berbagai wilayah.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, terdapat sekitar 796 rumah tangga perikanan (RTP) atau pembudidaya. Tercatat juga sekitar 75 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang terdaftar.

“Kelompok pembudidaya ikan ini tersebar di sembilan kecamatan di Samarinda,” kata Henny.

Sembilan kecamatan tersebut meliputi Sambutan, Palaran, Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Ilir, Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir.

Selain kolam air tenang, sebagian masyarakat juga mengembangkan budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Salah satu lokasi pengembangannya berada di Danau Rejang, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

"Di kawasan itu, terdapat komunitas pembudidaya KJA dengan komoditas utama ikan patin dan nila. Pengembangan serupa juga ditemukan di Kecamatan Loa Janan Ilir," bebernya.

Dijelaskan Henny, aktivitas budidaya di Samarinda tidak hanya berfokus pada pembesaran ikan. Ketersediaan benih juga didukung oleh keberadaan Unit Pembenihan Rakyat (UPR).

Saat ini, terdapat sekitar 30 UPR yang menghasilkan benih ikan untuk dipasarkan kepada pembudidaya. Keberadaan unit tersebut membantu memenuhi kebutuhan benih bagi masyarakat yang menjalankan usaha budidaya.

Menurut Henny, permintaan ikan dari hasil budidaya masyarakat masih cukup banyak. Sejumlah pembudidaya bahkan masih mampu memenuhi kebutuhan tersebut meskipun menghadapi kendala cuaca.

“Rata-rata permintaan cukup banyak. Alhamdulillah, masih ada pembudidaya ikan yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut,” tuturnya.