Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Upaya mencegah penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan. Bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan serta Puskesmas Nunukan Selatan, Lapas Nunukan menggelar skrining TBC yang dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pemeriksaan tersebut menyasar warga binaan sebagai bagian dari langkah deteksi dini untuk mengidentifikasi kemungkinan gejala maupun faktor risiko penularan TBC.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh juga dilakukan guna mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan memastikan mereka mendapatkan akses pelayanan medis yang memadai.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan menegaskan kesehatan warga binaan menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian serius.
Menurutnya, pemenuhan hak kesehatan tidak boleh diabaikan meskipun seseorang sedang menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan.
"Kolaborasi dengan instansi kesehatan daerah merupakan langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus memastikan penanganan kesehatan dapat dilakukan secara tepat," ujar Donny.
Dikatakan Donny, lingkungan pemasyarakatan memiliki tingkat interaksi yang relatif tinggi sesama penghuni. Kondisi tersebut membuat deteksi dini terhadap penyakit menular, khususnya TBC perlu dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko penularan.
"Melalui skrining terintegrasi ini, kami tidak hanya berupaya menemukan potensi kasus sejak dini, tetapi juga memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan bagi warga binaan," ujarnya.
Donny berharap kerja sama dengan Dinkes P2KB Nunukan dan Puskesmas Nunukan Selatan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemeriksaan maupun pendampingan kesehatan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga binaan.
"Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengendalian penyakit menular di dalam lapas, sehingga lingkungan pemasyarakatan tidak menjadi ruang yang rentan terhadap penyebaran TBC," pungkasnya.


