Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerjunkan dua unit alat berat untuk normalisasi kolam retensi seluas 17 Hektare (Ha) di dekat Bendungan Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
“Kami menurunkan dua unit ekskavator untuk normalisasi kolam retensi di Lawe-Lawe,” kata Sekretaris Dinas PUPR PPU, Muhammad Ali Musthofa, Kamis (5/11/2026).
Ali Musthofa mengungkapkan, kolam retensi seluas 17 Ha ditambah kedalamannya menjadi empat meter. Kolam retensi ini diperkirakan nantinya mampu menampung air sebanyak 2,5 juta meter kubik.
“Pengerjaan di lapangan sedang berlangsung di lapangan. Diproyeksikan masa pengerjaannya selama dua bulan lebih,” bebernya.
Normalisasi kolam retensi yang berada tak jauh dari Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe berkapasitas 200 liter per detik sebagai langkah pemerintah daerah untuk menghadapi potensi terjadinya kemarau panjang di 2027.
Kolam retensi seluas 17 Ha diproyeksikan memiliki daya tampung air sebanyak 2,5 juta meter kubik diharapkan mampu mengcover kebutuhan air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) sekitar memasuki musim kemarau. Sebab, setiap musim kemarau, Perumda AMDT mengalami krisis air baku seperti yang terjadi di tahun ini.
“Normalisasi kolam retensi tersebut akan menambah cadangan air baku Perumda AMDT. Kolam retensi menjadi sumber air baku cadangan bagi Perumda AMDT ketika pasokan air baku dari aliran Sungai Lawe-Lawe mengalami penyusutan,” tuturnya.
Ali Musthofa mengungkapkan, pengerjaan normalisasi kolam retensi seluas 17 Ha menggunakan anggaran operasional Perumda AMDT. Sedangkan Dinas PUPR PPU hanya membantu dalam menyediakan tenaga dan alat berat.
“Untuk biaya solar, itu ditanggung oleh Perumda AMDT. Kemudian PT Pertamina juga akan memberikan dana CSR Rp350 juta untuk membantu pengerjaan normalisasi kolam retensi,” pungkasnya. (Adv)


