Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar kegiatan sharing session bertema “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Kota Samarinda” di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari keterbatasan akses permodalan, perubahan kondisi pasar hingga tuntutan transformasi digital.
Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam (SDA), Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Samarinda, Wahyuni Nadjar selaku Ketua Panitia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi pentingnya menjaga keberlangsungan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Menurutnya, meskipun aktivitas UMKM tidak selalu terlihat secara langsung dalam indikator pertumbuhan ekonomi, keberadaannya memiliki peran besar dalam menopang perekonomian Kota Samarinda. Tanpa kontribusi sektor usaha kecil dan menengah, pertumbuhan ekonomi daerah dinilai tidak dapat berjalan optimal.
Wahyuni menjelaskan, pelaku UMKM saat ini menghadapi tantangan baru setelah melewati masa pemulihan pascapandemi Covid-19. Salah satunya adalah kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran yang terjadi di tingkat pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk terbatasnya ruang gerak dalam menjalankan program pembinaan, pendampingan, serta mendorong inovasi bagi para pelaku UMKM.
Ia mengaku berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah UMKM di Samarinda saat ini berada pada kisaran 47 ribu unit. Angka tersebut masih berada di bawah target sekitar 48 ribu unit yang diharapkan dapat dicapai pada tahun ini.
“Artinya, kita masih harus berupaya agar UMKM yang ada tetap bertahan dan bisa terus bertumbuh. Karena itu, melalui kegiatan ini kita ingin mendengarkan strategi dan pengalaman dari para narasumber mengenai bagaimana pelaku UMKM dapat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wahyuni.
Lebih lanjut, Wahyuni menyampaikan bahwa tantangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga menyangkut kesenjangan kemampuan usaha dalam memanfaatkan peluang pasar. Pelaku usaha kecil harus mampu bersaing dengan perusahaan yang memiliki kapasitas permodalan dan pengelolaan usaha lebih besar.
Selain itu, perubahan pola pemasaran juga menjadi perhatian. Sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan metode konvensional dengan berjualan melalui lapak atau tempat usaha sendiri.
Sementara sebagian lainnya mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tersebut menjadi salah satu faktor penting agar UMKM tetap bertahan dan mampu meningkatkan daya saing.
Dalam kegiatan ini, Pemkot Samarinda menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya perwakilan Bank Indonesia, akademisi dari Universitas Mulawarman, serta praktisi dan pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya.
Melalui perspektif perbankan, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai kondisi perekonomian dan keuangan serta peluang dukungan pembiayaan bagi UMKM. Sementara itu, akademisi akan memberikan pandangan mengenai pengelolaan usaha yang ideal dan strategi pengembangan bisnis.
Pengalaman langsung dari pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam diskusi, khususnya terkait kiat mempertahankan bisnis, membangun merek, memperluas pasar, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan.
Selain sesi diskusi, kegiatan tersebut juga melibatkan puluhan pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam bazar di halaman parkir Gedung Bapperida Kota Samarinda.
Kehadiran bazar ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas akses pemasaran kepada masyarakat dan peserta kegiatan.
Wahyuni berharap, kegiatan sharing session tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, terutama dalam menemukan strategi menghadapi tantangan usaha dan mengembangkan inovasi di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Ia menegaskan, penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam mendukung misi pembangunan Kota Samarinda sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Dengan memperkuat sektor usaha kecil, pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong kembali potensi ekonomi masyarakat agar tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.
“Semoga bisa terus bertahan dan bertumbuh,” tutupnya. (Adv)


