Bapenda Bontang Perkuat Kompetensi Aparatur, Bidik Optimalisasi PAD Lewat Digitalisasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca3 kali dibaca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bapenda Bontang Perkuat Kompetensi Aparatur, Bidik Optimalisasi PAD Lewat Digitalisasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca3 kali dibaca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bapenda Bontang Perkuat Kompetensi Aparatur, Bidik Optimalisasi PAD Lewat Digitalisasi

3
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi aparatur yang bertugas mengelola pajak dan retribusi daerah.

Penguatan tersebut dinilai penting agar pengelolaan pendapatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan, tetapi juga diimbangi dengan pelayanan yang mudah, cepat dan transparan kepada masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Sony Suwito Adicahyono saat membuka kegiatan Capacity Building dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Membangun Komunikasi Efektif dan Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Optimalisasi PAD di Hotel Grand Equator, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung 5-6 November 2026 tersebut merupakan upaya meningkatkan kemampuan aparatur dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendapatan daerah, terutama di tengah perkembangan sistem pelayanan berbasis digital.

Sony mengatakan, capaian PAD Bontang sepanjang 2026 tidak terlepas dari kerja sama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), perangkat daerah, sektor perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat agar potensi pendapatan daerah dapat dikelola secara maksimal.

"Transformasi digital harus diikuti perubahan pola pelayanan. Aparatur dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan wajib pajak maupun wajib retribusi, sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kewajibannya," ujarnya.

Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, menjelaskan Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur, khususnya dalam pelayanan serta optimalisasi pendapatan daerah.

"Peserta juga dibekali kemampuan membangun komunikasi yang profesional, santun, persuasif, dan solutif dalam menghadapi beragam karakter wajib pajak," pungkasnya.

Melalui semangat Bapenda Berbenah, Bapenda Menyapa, pemerintah ingin menghadirkan perubahan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Berbenah berarti memperbaiki sistem kerja dan memaksimalkan teknologi, sedangkan menyapa diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, terbuka, serta responsif terhadap kebutuhan warga.

Dengan penguatan kapasitas aparatur dan digitalisasi, Pemkot Bontang berharap pengelolaan pajak dan retribusi semakin efektif sekaligus mampu mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.