Pasar SAD Berau Tak Boleh Mati Usai Kebakaran, Pemkab Siapkan Lokasi Dagang Pengganti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)
Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pasar SAD Berau Tak Boleh Mati Usai Kebakaran, Pemkab Siapkan Lokasi Dagang Pengganti

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)
Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pasar SAD Berau Tak Boleh Mati Usai Kebakaran, Pemkab Siapkan Lokasi Dagang Pengganti

Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)
Bupati Berau tinjau lokasi kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (Foto: Prokopim Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Kebakaran yang menghanguskan puluhan lapak di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) tidak boleh membuat aktivitas ekonomi pedagang terhenti terlalu lama. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini mencari cara agar para pedagang terdampak bisa kembali berjualan tanpa harus menunggu seluruh kawasan yang terbakar selesai dibenahi.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengaktifkan kembali food court di lantai dua Pasar SAD. Area tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat berjualan sementara, khususnya bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak akibat kebakaran.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan pemulihan penghasilan pedagang menjadi hal yang perlu segera ditangani.

Menurutnya, pasar harus tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha, meskipun sebagian kawasan saat ini masih dalam proses penanganan pascakebakaran.

Karena itu, ia meminta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) segera mengkaji kesiapan food court agar bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang membutuhkan tempat berjualan.

“Jangan sampai pedagang terlalu lama kehilangan penghasilan. Kita carikan tempat agar mereka bisa kembali berjualan,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat sementara, musibah ini juga menjadi momentum bagi Pemkab Berau untuk mengevaluasi kondisi Pasar SAD secara menyeluruh.

Sri Juniarsih menilai persoalan pasar tidak hanya berkaitan dengan bangunan yang terbakar, tetapi juga menyangkut penataan aktivitas perdagangan yang selama ini belum berjalan optimal.

Ia menyoroti masih adanya aktivitas jual beli yang justru berlangsung di luar area pasar, sementara sejumlah fasilitas dan lapak yang telah disediakan pemerintah belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Penataan nantinya akan mencakup pengaturan kembali posisi lapak, aktivitas perdagangan pada pagi hari, hingga penggunaan area parkir. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat perdagangan yang tertib dan terpusat.

Di sisi lain, aspek keselamatan juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Kebakaran tersebut kembali menyoroti kondisi fasilitas pemadam di dalam pasar, termasuk hidran yang disebut sudah lama tidak berfungsi dan jangkauannya belum mencakup seluruh kawasan.

Evaluasi fasilitas keselamatan dinilai penting agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak lebih besar. Terlebih, kawasan pasar memiliki kepadatan bangunan dan aktivitas perdagangan yang berpotensi mempercepat penyebaran api ketika terjadi kebakaran.

Untuk mempercepat penanganan lokasi, Sri Juniarsih juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) membersihkan puing-puing bangunan setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian selesai dilakukan.

Sebelumnya, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.10 WITA, Rabu (4/11/2026). Sedikitnya 29 kios dan empat rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik dari salah satu kios. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut menemui pedagang yang terdampak dan menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

Pemkab Berau berharap penanganan pascakebakaran tidak berhenti pada pembersihan lokasi dan penyediaan lapak pengganti. Pembenahan tata kelola perdagangan serta peningkatan fasilitas keselamatan juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan Pasar SAD sebagai pusat ekonomi masyarakat yang aman dan nyaman.