Banner ADV

Hujan Mulai Turunkan Konsentrasi Asap di Kukar, DLHK Tetap Imbau Warga Gunakan Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Hujan Mulai Turunkan Konsentrasi Asap di Kukar, DLHK Tetap Imbau Warga Gunakan Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Hujan Mulai Turunkan Konsentrasi Asap di Kukar, DLHK Tetap Imbau Warga Gunakan Masker

4
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Kondisi kualitas udara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perbaikan setelah sejumlah wilayah diguyur hujan beberapa kali pada akhir Oktober 2026. Konsentrasi asap yang sebelumnya cukup pekat mulai berkurang dan kondisi langit terlihat lebih cerah.

Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar belum dapat memastikan tingkat kualitas udara terkini karena belum melakukan pengukuran lanjutan setelah hujan turun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Yudiarta, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terakhir sebelum hujan, kualitas udara di Kukar berada pada kategori tidak sehat.

Pengukuran yang dilakukan pada 22–23 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Kukar menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 mencapai 86,70. Sementara itu, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sebesar 133.

“Memang pada saat sebelum turun hujan, kualitas udara kita itu kurang sehat. Tetapi setelah terjadi hujan beberapa kali di akhir Oktober, kalau dari pantauan kami kualitas udara kita semakin membaik,” ujarnya.

Yudiarta menjelaskan, berkurangnya konsentrasi asap dan kondisi langit yang mulai cerah menjadi indikasi awal adanya perbaikan kualitas udara. Namun, kondisi tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk memastikan penurunan angka ISPU maupun kadar PM2,5.

“Nah, tetapi setelah terjadinya hujan, kami yakin bahwa ISPU-nya pasti akan menurun. Tapi kami belum bisa menyampaikan terkait dengan data berapa tingkat ISPU, karena kami belum melakukan pengukuran untuk awal November ini,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, DLHK Kukar tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko paparan polusi udara. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Bagi masyarakat yang tetap harus menjalankan rutinitas pekerjaan, Yudiarta menyarankan agar tetap menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.

Selain itu, masyarakat juga diimbau melakukan langkah pencegahan dari dalam rumah, seperti menutup pintu dan jendela apabila tidak diperlukan untuk dibuka. Warga yang memiliki alat penjernih udara atau air purifier juga dapat memanfaatkannya untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.

“Kelompok yang rentan, baik anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita asma, untuk bisa menghindari kegiatan di luar rumah. Karena khawatir nanti terjadi gangguan kesehatan, terutama kepada kelompok-kelompok yang rentan ini,” katanya.

Yudiarta turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah rumah tangga maupun jenis sampah lainnya. Kebiasaan tersebut berpotensi menambah konsentrasi asap dan memperburuk kualitas udara.

Menurutnya, upaya menjaga kualitas udara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat melalui kebiasaan yang tidak menambah sumber pencemaran.

“Yang penting, karena kondisi saat ini juga masih kita melihat sedikit asap, kami mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa membantu tidak membakar sampah. Sampah apa pun yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga itu tidak dibakar, sehingga tidak memperparah konsentrasi asap di udara,” tutupnya. (Adv)