Perkuat Pengamanan Pulau Sebatik, Indonesia-Malaysia Jajaki Patroli Bersama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Pengamanan Pulau Sebatik, Indonesia-Malaysia Jajaki Patroli Bersama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca4 kali dibaca
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Pengamanan Pulau Sebatik, Indonesia-Malaysia Jajaki Patroli Bersama

4
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)
Pertemuan KRI Tawau bersama delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau. (Foto: KRI Tawau)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Penguatan pengawasan keamanan di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia menjadi perhatian kedua negara seiring meningkatnya konektivitas serta aktivitas masyarakat lintas batas.

Salah satu langkah yang mulai dijajaki adalah peningkatan koordinasi operasional aparat keamanan, termasuk kemungkinan pelaksanaan patroli bersama di wilayah perbatasan Pulau Sebatik.

Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau dan delegasi Batalion 14 Pasukan Gerakan Am (PGA) Tawau yang berlangsung di Konsulat RI Tawau.

Delegasi Batalion 14 PGA Tawau dipimpin Pegawai Pemerintah, Supt Anselinus bin Marcus dan diterima langsung Kepala Perwakilan RI Tawau, Dino Nurwahyudin, bersama jajaran pejabat Konsulat RI Tawau.

Kepala KRI Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan komunikasi dan koordinasi antarlembaga keamanan kedua negara perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di kawasan perbatasan.

Menurutnya, peningkatan hubungan dan konektivitas antara Sabah, Malaysia, dengan Kalimantan Utara harus diikuti kesiapan pengawasan serta kerja sama yang lebih terstruktur antara aparat kedua negara.

"Dalam pertemuan ini sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pelaksanaan Joint Police Community (JPCC), penjajakan patroli bersama yang melibatkan Pasukan Gerakan Am (PGA), Brigade Mobil (Brimob) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga peluang penyelenggaraan latihan bersama," ujar Dino kepada pusaranmedia.com dalam keterangan resminya.

Kedua pihak juga menyoroti pentingnya penyelarasan Standar Operasi Prosedur (SOP) untuk memperkuat koordinasi operasional, khususnya dalam menangani persoalan keamanan di kawasan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia.

"Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah patroli bersama secara berkala. Langkah ini dinilai dapat memperkuat pengawasan kawasan perbatasan sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran lintas batas," ujarnya.

Untuk merealisasikan koordinasi tersebut, turut dibahas kemungkinan pertemuan secara daring serta peningkatan komunikasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik. Namun, seluruh usulan masih memerlukan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut dengan otoritas berwenang di masing-masing negara.

Di luar aspek keamanan, perkembangan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

"Pembangunan jalan di kawasan Serudong, Sabah, yang direncanakan rampung pada akhir 2026 dan terhubung dengan wilayah Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, diproyeksikan membuka akses konektivitas yang lebih baik bagi kedua wilayah," ungkap Dino.

Konektivitas tersebut, lanjut Dino, berpotensi mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, perdagangan, serta aktivitas ekonomi lintas batas. Meski demikian, terbukanya akses baru juga membutuhkan kesiapan pengamanan agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas yang bertentangan dengan hukum.

Dino menegaskan, KRI Tawau akan terus membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai instansi pemerintah Malaysia sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan bilateral yang harmonis.

"Penguatan koordinasi keamanan ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas wilayah perbatasan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari semakin terbukanya konektivitas Indonesia dan Malaysia," pungkasnya.